Minggu, 13 Maret 2022

Pengalaman perkuliahan daring semester 3

 Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Haiii sahabat blogger, apa kabar? Semoga sehat selalu ya.

Halo kakak- kakak dan abang-abang mahasiswa! Bagaimana dengan kuliah daringnya, tentunya masih & harus tetap semangat bukan?!

Kembali lagi dengan saya Nurul Huda Detalia.

Tak terasa sudah lama saya tak menulis cerita di akun blogger saya ini, sebab terlalu disibukkan oleh kuliah dan juga kegiatan keseharian saya. Di blog kali ini saya akan menceritakan secercah kisah dan pengalaman saya selama menjalani perkuliahan daring di semester 3 ini. Selamat membaca. Hihi

Tak terasa semester genap 2021 / 2022 sudah berlalu, kini semester ganjil telah dimulai, selama dua semester menjelang 3 semester menjalani kuliah sudah pasti banyak hal-hal terjadi, banyak pengalaman baru yang dirasakan dan banyak pembelajaran yang didapatkan. Pada akhir September 2021 kemarin, saya sudah sah menjadi mahasiswa semester 3, setelah sebelumnya menjalani proses pembelajaran di semester 1 dan 2. Proses pembelajaran di semester 3 ini masih sama dengan semester 1 dan 2 kemarin, yaitu sama-sama masih menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau biasa juga disebut dengan pembelajaran online (daring). Pembelajaran online memang satu-satunya cara agar proses pembelajaran tetap berjalan di masa pandemi seperti ini. Di semester 3 ini saya mengambil 9 mata kuliah dengan jumlah SKS 22.

Minggu pertama, 4 Oktober 2021

Tepat pada hari Senin di tanggal 4 Oktober 2021 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan terutama di Jurusan Pendidikan Agama Islam memulai hari pertama pembelajaran. Kali ini pembelajaran masih dan sepertinya akan tetap dengan menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ) atau masyarakat lebih mengenalnya dengan sistem belajar daring atau belajar via online. Hari ini adalah hari pertama saya memulai hari meneruskan perjalanan sebagai mahasiswa di semester 3 yang sebenarnya sudah mulai jenuh dengan pembelajaran daring, mengingat sudah lebih satu tahun kami tidak pernah merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku kuliah, tidak pernah merasakan bagaimana suasana kelas kami, tidak pernah juga merasakan dan memanfaatkan fasilitas kampus, dan belum pernah juga bertatap muka dan bersua dengan teman-teman sekelas, bercanda ria, mengerjakan tugas bersama atau sekedar makan siang bersama di kantin kampus. Belum lagi terdengar kabar bahwa mahasiswa baru semester satu melakukan pembelajaran tatap muka di kampus sedangkan kami harus tetap belajar lewat daring, ada terbersit di hati sedikit kecemburuan sosial melihat mereka yang bisa kuliah dan dapat merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku perkuliahan, sedangkan kami hanya bisa duduk dan belajar dari rumah masing-masing. Tapi ya sudahlah ingin komplain pun tidak akan ada gunanya, mengeluh dengan keadaan pun rasanya percuma karna memang keadaan seperti ini tidak bisa diapa-apakan lagi selain diterima, dijalani dan disyukuri meskipun berat dan jenuh dan bosan dalam menjalani kehidupan ini. Entahlah, mungkin makin dewasa makin menjadi lebih realistis dalam menjalani hidup. Menikmati segala yang sudah ditakdirkan oleh-Nya. Setiap ada masalah yang hadir tentu harus dihadapi. Jika hanya mengeluh saja rasanya percuma. Lebih baik sedikit demi sedikit belajar menerima keadaan. Cukuplah memohon kepada Allah sebaik-baik penolong. Agar senantiasa diberi kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi setiap cobaan. Tidak lupa untuk meminta diberikan hati yang lega dan kuat. Sebab, mendapatkan ketenangan hati adalah salah satu hak yang istimewa.

Di minggu pertama perkuliahan ini kami tidak langsung memulai pembelajaran, pertemuan di minggu pertama ini banyak di isi dengan kegiatan ta’aruf (perkenalan) antar dosen dengan mahasiswa maupun mahasiswa dengan mahasiswa lainnya agar lebih memudahkan dosen untuk mengenal mahasiswa nya, karena kurang afdhol rasanya jika tidak ada kegiatan permulaan seperti perkenalan, karena seperti pepatah lama mengatakan “ tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka harus ta’arufan (kenalan)”, selain kegiatan ta’arufan, juga di isi dengan penyampaian kontrak belajar oleh dosen, sistem dan rencana pembelajaran yang akan dijalani selama 15 pertemuan ke depan, serta sistem penilaian dan tugas-tugas yang harus dipenuhi.

Setelah menjalani perkuliahan selama seminggu ini, dan sudah mengetahui semua sistem pembelajaran dari masing-masing mata kuliah dengan dosen yang bervariasi, kemauan dan penugasannya yang rasanya akan cukup berat menjalani semester 3 ini. Tugas kelompok dan tugas individu yang sepertinya akan banyak sekali, dengan tingkat kesulitan tugas yang tak sama seperti tugas-tugas di semester kemarin, banyak tugas-tugas besar yang pastinya akan banyak menyita pikiran, konsentrasi dalam setiap proses pengerjaannya. Dosen yang semakin ribet dengan tugas yang pastinya akan menumpuk dan bervariasi membuat semangat yang awalnya full penuh menjadi kian menipis padahal baru mengawali langkah tapi rasanya untuk mencapai ujung garis finish di semester 3 ini sangat susah. Tapi ini masih prasangka awal, mungkin setelah nanti dijalani dari hari demi hari mungkin semuanya akan baik-baik saja dan saya akan sampai di garis akhir dengan hasil akhir yang baik atau kalau bisa sempurna. Saya mengutip perkataan seorang Syaikh terkenal di Timur Tengah tentang berhusnudzan ( berprasangka baik) terhadap apa-apa yang sudah menjadi takdir hidup kita, "untuk ke dua kalinya, ketiga kalinya, dan ke sekian kalinya.. jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi, jangan berkhayal, jangan bayangkan, dan jangan berprasangka buruk.. alihkan fikiran dan ketakutanmu dari hal-hal yang tak engkau ketahui.. karena itu adalah urusan Allah dan hanya la yang mengetahuinya.. Dan ketahuilah bahwa ketika turun ujian dan cobaan, maka "kebaikan dan kelembutan Allah" akan turun bersamanya ketika engkau membayangkan cobaan sebelum terjadinya maka engkau telah mendatangkannya sendiri tanpa lutf (kelembutan) dari Allah dan engkau akan menghancurkan jiwamu sendiri.. maka wajib bagimu meyakini bahwa engkau memiliki Tuhan yang Maha mengatur segala urusanmu, jadi tenangkanlah hatimu dengan-Nya, pasrahkan semua urusanmu pada-Nya, dan teruslah berbaik sangka kepada Nya "[Syeikh Mutawalli Sya'rawi. Jadi, ”Bismillah wahai diri, walaupun terlihat sulit dan sangat menantang kita pasti bisa melewati ini, ayo semangat wahai diri, kita berjuang lagi, untuk kali ini kita harus lebih giat lagi, jangan malas-malasan lagi, kesempatan dan waktu ini tak akan terulang dua kali, ayo terus asah dan manfaatkan potensi diri, ayo berproses dan bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik lagi”. Begitu asupan nutrisi semangat yang saya lakukan agar saya bisa kuat melewati perjalanan kuliah di semester 3 ini sebagai bentuk selflove dan selfcare untuk diri sendiri, semoga saja kedepannya bisa sesuai dengan apa yang saya harapkan di masa kini. Aamiin.

Review mata kuliah di semester 3 dan juga sedikit pengalaman saya.

Hadist Tarbawi

Mata kuliah Hadist Tarbawi ini jadwalnya pada hari Senin jam 12:30-14:40 atai 3 SKS. Dosen yang mengampu mata kuliah ini pernah juga mengampu mata kuliah Ilmu Kalam di Semester 2 kemarin. Sehingga saya tak perlu susah beradaptasi ulang dengan beliau, sebab saya sudah mengetahui ciri khas dari sistem pembelajaran beliau. Beliau lebih suka pembelajaran dengan menggunakan sistem belajar kelompok dan diskusi, pada awal pertemuan pertama beliau sudah menyiapkan silabus yang di dalamnya sudah memuat bab-bab yang harus di diskusikan, beliau juga menginstruksikan untuk membuat kelompok yang beranggotakan tiga orang, serta tak lupa juga beliau menyuruh membuat makalah sesuai materi kelompok kita, satu kali pertemuan kami akan mendiskusikan satu bab materi saja. Setelah pemateri memaparkan hasil makalah yang telah mereka buat maka pada sesi tanya jawab kelompok yang lain sebagai audience di wajibkan untuk bertanya sebagai perwakilan kelompok masing-masing. Dalam satu pertemuan biasanya akan menampung 13 pertanyaan. Saat kelompok saya mendapat giliran menjadi pemateri tentang Akhlak Mulia sebagai tujuan pendidikan Al-Qur’an, pertanyaan yang diajukan para audience sebenarnya banyak yang keluar dari tema yang di diskusikan, tapi mau tidak mau kami harus bisa menjawab dengan tepat agar tidak ada lagi sanggahan atau pertanyaan susulan. Awalnya saya kerepotan karena anggota kelompok saya ada yang tiba-tiba meninggalkan diskusi sebab jaringan selulernya tiba-tiba hilang, walhasil tertinggal saya dan satu orang teman saya sebagai pemateri di forum diskusi tersebut, menjawab 13 pertanyaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda benar- benar membuat kami pusing, bagaimana tidak pertanyaan yang diluar konteks materi dan juga jawabannya tidak kami ketahui sehingga mengharuskan kami untuk berselancar di google untuk mencari jawaban yang pas agar si penanya bisa puas dengan jawaban kami. Dan Alhamdulillah mereka selalu puas dengan jawaban yang kami berikan, entahlah mereka benar-benar puas dan paham atas apa yang kami sampaikan atau hanya sekedar formalitas belaka agar perkuliahan bisa segera usai. Setelah sesi diskusi kami selesai dosen pengampu selalu memberikan review materi yang sudah di diskusikan terkadang juga beliau memberikan penjelasan ulang terhadap pertanyaan para audience yang jawabannya kurang tepat. Tak sampai disitu, tugas lainnya masih ada, nah setelah dosen pengampu selesai me-review pembelajaran dan diskusi maka giliran tugas individu yang menunggu, tugasnya adalah kita diwajibkan memberikan kesimpulan dari hasil diskusi kelompok tersebut melalui voice note (pesan suara) yang dikirim di grup WhatsApp, tugas ini juga dijadikan sebagai bukti absensi bahwa kita hadir dalam perkuliahan tersebut. Selain tugas memberikan kesimpulan, ada juga tugas lainnya yaitu tugas menghafal satu hadis yang sesuai dengan materi pembelajaran, hafalan hadis tersebut akan disetorkan di akhir pembelajaran sebelum pembelajaran di hari tersebut usai. Dan untuk tugas Ujian Akhir Semester nya dosen pengampu mata kuliah Hadist Tarbawi ini memilih untuk melakukan ujian secara lisan, beliau akan menguji kembali hadist yang telah kita hafal sebelumnya. Ujian lisan yang seperti ini benar-benar membuat spot jantung berdetak tak karuan, kualitas ingatan dan hafalan kita benar-benar di uji di pertemuan terakhir pembelajaran ini, dosen pengampu mata kuliah ini hanya memberikan waktu 10 detik untuk kita berpikir. Huuh ujian yang benar-benar menguji adrenalin, bukan?!. Terlalu lama berpikir maka akan di skip dan dianggap gagal dalam ujian tersebut. Tapi, Alhamdulillah saya bisa menjawab pertanyaan dosen pengampu dengan cepat dan tepat walaupun menjawab dengan sedikit keraguan, tremor dan juga nervous, padahal ujiannya via online tapi masih saja deg degan tak menentu apalagi jika ujiannya offline entah bagaimana nervous nya.

Administrasi dan supervisi pendidikan.

Setelah pembelajaran hadis Tarbawi selesai, jadwal mata kuliah selanjutnya adalah mata kuliajh Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Mata kuliah ini membahas tentang administrasi, manajemen sekolah, sarana prasarana sekolah, kurikulum dan sebagainya. Pada pertemuan pertama pembelajaran dosen pengampu memilih metode pembelajaran dengan sistem pembelajaran diskusi dan kelompok, namun satu kelompok hanya beranggotakan 2 orang saja, karna berhubungan banyak materi yang harus di bahas, sehingga diperlukan banyak kelompok, sistem diskusi nya sama seperti diskusi yang lain, ada penyampaian materi, sesi tanya jawab. Dan untuk memudahkan penyampaian materi kami diwajibkan membuat makalah beserta juga dengan power pointnya agar penyampaian materinya bisa lebih ringkas, mudah di pahami dan juga terstruktur. Dan ya walaupun tugas kelompok tapi ibu dosen menyuruh kami untuk masing-masing membuat makalah dan power point yang berbeda, tugas kelompok serasa tugas individu jadinya. Belum lagi ada tugas lain yaitu dengan selalu membuat resume materi di setiap diskusi pertemuan. Tak seperti kebanyakan tugas lain yang penugasannya di ketik dengan aplikasi Microsoft word, di mata kuliah ini kami diwajibkan untuk menulis di buku catatan, tulis tangan tanpa ketik. Dan tugas ini akan diperiksa setelah Ujian Akhir Semester nanti. Tujuan penugasan dengan sistem yang seperti ini agar mahasiswa bisa lebih rajin lagi dalam membaca, dan ada usaha tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, tak hanya bisa copy paste di Internet semata. Namun, karena malas dan terlalu meremehkan tugas saya sering sekali menunda-nunda pengerjaan tugas ini, dengan alasan pengumpulan dan pemeriksaan tugas akan dilaksanakan di Akhir Semester nanti jadi bisa dikerjakan nanti. Namun, apakah yang terjadi? ternyata ohh ternyata setelah pembelajaran berjalan 8 minggu dan waktunya untuk Ulangan Tengah Semester, ternyata ada instruksi dari ibu dosen bahwa tugas resume juga dikirim bersamaan dengan jawaban dari soal UTS. Benar-benar syok mendengar instruksi dari ibu tersebut, karna saya masih belum selesai meresume materi, masih banyak yang belum saya tulis, deg degan, panik dan juga pusing sudah menjadi satu rasanya. Cepat-cepat saya mengerjakan tugas UTS dan juga menulis resume dengan tulisan yang acak-acakan karena deadline waktu yang diberikan sempit sedangkan tugas saya masih jauh dari kata selesai. Walhasil pengerjaannya ya apa adanya seperti ini, tidak maksimal, pun tidak enak dipandang karena terburu-buru, dan kalian tahu saya menyerahkan tugas tersebut h-1 jam sebelum waktu deadline itu habis. Jangan di tiru yaa dear, cukup saya yang merasakan kalut dan paniknya seperti ini kalian jangan, okee hehe. Kalau bisa setiap ada tugas langsung dikerjakan, jangan menunda dan jangan suka meremehkan tugas, sebab tugas itu semakin dibiarkan akan semakin beranak pinak, kalau tidak dikerjakan sekarang nanti malah tambah banyak dan ujung-ujungnya kalian keteteran dan capek sendiri ngerjainnya dan ya satu lagi mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa itu hasilnya tidak akan baik, hasilnya tidak akan maksimal, jadi untuk jaga-jaga lebih baik cepat dikerjakan tugas yang ada.

Sejarah Peradaban Islam

Jadwal mata kuliah ini adalah hari selasa di jam 07:00 sampai pukul 09:40. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang cukup santai dan dosen pengampu mata kuliah ini pun pernah mengajar juga di semester dua kemarin. Di mata kuliah ini kami lebih sering mengerjakan tugas individu, hampir tak pernah absen setiap pertemuan pasti akan ada tugas individu yang diberikan. Tugasnya tak terlalu sulit, terkadang hanya disuruh membuat resume materi dari materi yang sudah ibu jelaskan, terkadang juga mengomentari blog milik ibu dosen pengampu mata kuliah ini yang isinya tentang materi-materi perkuliahan sejarah peradaban islam ini. Dosennya baik dan juga tidak terlalu killer, beliau tak terlalu menuntut mahasiswanya untuk mengerjakan tugas yang beliau berikan, jika ingin dikerjakan silahkan jika tidak pun silahkan, tidak ada tuntutan sama sekali. Eitts tapi jangan senang dulu, jangan berpikiran bahwa yang seperti ini enak ya, karna setiap sesuatu itu pasti ada pengecualiannya, jika tidak mengerjakan tugas otomatis tidak bisa dikatakan hadir, ini otomatis kita tidak akan mendapatkan nilai dan juga absensi kita akan bermasalah dan ujung-ujungnya kita bisa saja tidak lulus di mata kuliah ini dan akan mengulang lagi mata kuliah ini di semester berikutnya untuk memperbaikinya. Menurut ibu dosen saya ini, beliau tidak mau lagi terlalu mengatur mahasiswanya, berkoar-koar tugas harus diselesaikan, karena kami dengan gelar mahasiswa sudah pasti tau apa-apa kewajiban yang harus kami kerjakan, sebagai mahasiswa kami juga tentu tau bagaimana tanggung jawab terhadap tugas yang ada, tentunya bisa mengatur dan memanajemen waktu dengan baik, menurut beliau kami ini sudah mahasiswa bukan anak SD lagi yang harus diingatkan terus menerus, kami ini pikirannya sudah dewasa, tau mana yang harus diprioritaskan mana yang tidak, tau dengan kewajiban dan tanggung jawab yang ada , jika malas mengerjakan tugas kenapa harus capek-capek memilih untuk kuliah, jika tak ingin pusing dan lelah dengan tugas sudah jangan kuliah saja. Begitu sedikit kultum dari beliau waktu itu.

Ilmu Pendidikan Islam

Jadwal mata kuliah ini yaitu setalah mata kuliah sejarah pendidikan usai. Di mata kuliah ini sama dengan mata kuliah kebanyakan yang sistem pembelajaran atau metode pembelajarannya dengan diskusi. Diskusi ini dilakukan di WhatsApp group dan sesekali juga dengan menggunakan via google meeting agar tidak bosan dan bisa bertatap muka walaupun tak secara langsung. Mata kuliah ini adalah mata kuliah dengan sistem paling simple diantara sembilan mata kuliah di semester 3 ini. Yaa seperti diskusi pada umumnya akan ada penyajian materi dan juga ada sesi tanya jawab, setelah sesi tanya jawab selesai maka dosen pengampu akan mereview materi yang sudah disampaikan atau terkadang hanya mengomentari isi makalah atau tampilan PPT yang dirasa kurang menarik. Setelah itu ya pembelajaran selesai, kami disuruh absensi di google form yang sudah disediakan, absensi tersebut berisi nama, NIM, dan juga sedikit kesimpulan, kesan, komentar, atau sanggahan terhadap perkuliahan pada hari itu. Di mata kuliah ini dosen benar-benar tidak merepotkan mahasiswanya, tidak ada tugas harian, mungkin beliau paham bagaimana rasanya menjadi mahasiswa yang tugasnya tak hanya di satu mata kuliah saja tapi terkadang hampir seluruh mata kuliah ada tugasnya, oleh karena itu beliau tidak ingin menambah beban tugas para mahasiswanya. Andai semua dosen punya pemikiran yang seperti ini, hihi.

Filsafat Pendidikan Islam

Di hari rabu siang adalah jadwal pembelajaran mata kuliah filsafat pendidikan Islam. Mata kuliah ini berbeda dengan mata kuliah yang lain, sebab dosennya ketika menerangkan materi kebanyakan menggunakan bahasa Inggris, termasuk powerpoint yang beliau sajikan menggunakan bahasa Inggris di mata kuliah ini kita menggunakan aplikasi belajar Google meet, di mata kuliah ini kami lebih banyak mendengarkan penjelasan materi ketimbang mengerjakan tugas, tugas hariannya hanya meresume apa yang sekiranya penting untuk di tulis, sebab menurut beliau dengan menulis lah ilmu itu bisa awet, sebab ada hadis yang mengatakan bahwa “ikatlah ilmu itu dengan tulisan(mencatat)”, dengan kita mencatat mungkin ilmu yang sekiranya kita lupa bisa diingat kembali setelah kita membaca ulang catatan tersebut.

Psikologi Pendidikan

Jadwal mata kuliah ini adalah setelah mata kuliah filsafat pendidikan islam. Media pembelajaran di mata kuliah ini adalah dengan menggunakan via WhatsApp group dan juga sesekali menggunakan google meet, media pembelajaran yang bervariasi ini dilakukan agar tidak bosan. Pada mata kuliah ini tugasnya sama seperti mata kuliah lain yaitu meresume, tapi bedanya pada mata kuliah ini kita di suruh membuat resume buku perbab dalam satu Minggu dan resume ini dikumpulkan di setiap kali pertemuan. Tapi untungnya resume materinya dikumpulkan dalam bentuk word bukan tulis tangan, kalau di tulis tangan bisa dipastikan tangan akan keriting menulisnya, bacaan dalam satu bab itu bukan sedikit, pembahasannya panjang juga banyak. Karena pengumpulannya lewat word terkadang saya langsung copy paste saja dari buku agar cepat selesai. Kalau ada jalan yang simpel kenapa harus yang ribett bukan. Haha sikap toxic seperti ini tidak untuk di tiru yaa dear hehe.

Pengembangan Materi Dasar PAI

Kamis manis, di hari kamis ini lah jadwal mata kuliah pengembangan dan materi dasar PAI. Di mata kuliah ini kami selalu dan selalu menggunakan aplikasi kuliah google meet untuk proses pembelajaran dan juga menggunakan e-learning IAIN Pontianak untuk kami mengumpulkan tugas. Hari kamis pagi adalah hari dimana kami tak pernah alpa mendapat kultum di pagi hari. Entahlah ada saja yang salah, misalnya karna ada yang telat masuk kelas lah, ada yang tidak masuk kelas lah, atau pada saat diabsensi ada saja yang tak menjawab panggilan ibu, dan yaa satu lagi yang terkadang membuat ibu jengkel, kami sering meng-off kan camera kami, sehingga terkadang merasa tak dihargai karena beliau merasa berbicara sendiri, berkoar-koar di depan laptop tapi seperti tak ada feed balik dari kita, hingga pada akhirnya ibu mewajibkan untuk selalu menghidupkan camera kami dan bagi siapa yang kameranya mati maka dianggap tidak hadir.

Mengenai penugasan di mata kuliah ini kami mempunyai dua tugas yaitu tugas kelompok dan juga tugas individu. Tugas kelompok kami yaitu dengan diskusi sedangkan tugas individunya yaitu membuat review materi setiap pertemuan dalam bentuk powerpoint yang tampilannya harus menarik. Awalnya saya merasa keberatan dengan tugas power point yang beliau berikan, karena saya yang gaptek ini tak tahu dalam membuat powerpoint yang menarik, karena sama sekali belum terbiasa membuat powerpoint, tapi setelah saya belajar dari Minggu ke Minggu akhirnya saya bisa membuat powerpoint, kuncinya adalah kita belajar, karena kita tidak tahu makanya perlu belajar, jangan terlalu mudah menerima ketidaktahuan, seharusnya karena kita tidak tahu itu makanya kita perlu mencari tahu. Lagipula siapa yang mau membantu menyelesaikan tugas kita sendiri selain kita sendiri, tidak ada yang benar-benar bisa dijadikan sandaran selain kita sendiri, oleh karena itu perlunya kita berdiri di kaki sendiri, jadi belajar lah untuk mandiri.

Selain itu, tugas besar di mata kuliah ini adalah tugas UAS yaitu membuat video mengajar. Pada awal perkuliahan tugas ini sudah ibu dosen infokan kepada kami, agar kami bisa mempersiapkan diri terhadap apa-apa yang diperlukan nanti, di awal mata kuliah ini ibu dosen selalu saja menanamkan bibit-bibit kekhawatiran sebab beliau sering mengatakan banyak senior yang tidak lulus dalam mata kuliah ini, sebab banyak yang tidak serius mengikuti dan membuat video mengajar. Seketika pikiran overthinking saya mulai bekerja, ketakutan, kekhawatiran dan cemas akan sesuatu yang belum tentu terjadi serta sudah menjadi beban pikiran, khawatir tidak bisa lulus di mata kuliah ini, di mata kuliah ini sama sekali tak berharap bisa mendapat nilai A, sebab nilai B saja rasanya sudah pasti akan sangat-sangat di syukuri. Tapi ternyata setelah dijalani dan waktu UAS itu tiba ternyata apa yang dikawatirkan dan dicemaskan itu berganti dengan sesuatu yang tak pernah terkira sebelumnya. Ternyata Allah selalu memberi jalan di setiap masalah yang sedang kita hadapi dengan jalan keluar yang tak pernah kita fikirkan sebelumnya. Kita ini sebenarnya aneh tapi nyata, sudah tau kalau itu tak terlalu penting untuk dipikirkan, udah tau kalau dipikirkan malah membuat kita pusing, lelah dan gelisah, tapi kita tetap terus dan terus mikirin hal-hal yang seharusnya dipikirkan sepanjang itu

Ternyata memang benar tidak semua harus dipikirkan sedetail itu, karena sebagian ada yang harus dikerjakan. Ada yang mengatakan bahwa “awal penyakit ialah berasal dari pikiran, jangan sampai pikiranmu menyakitimu”. Banyak hal sederhana yang seringkali dipersulit dikarenakan pemikiran kita sendiri, padahal selama takdir-Nya belum tiba belajar lah untuk terus berprasangka baik, bukankah Allah tidak pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya dan ujian yang diberikan pun tidak akan mungkin diluar batas kemampuan hambanya. Jadi keep husnudzan dan percaya bahwa kita pasti bisa melewatinya.

Sejarah Pendidikan Islam

Hari Jum’at adalah jadwal mata kuliah sejarah pendidikan islam. Dosen pengampu mata kuliah ini lebih memilih pembelajaran dengan via google meet. Di pertemuan pertama beliau menyarankan kami untuk mengadakan pembelajaran tatap muka sesekali entah itu di kampus atau di rumah beliau, kami diberikan waktu untuk mendiskusikannya kapan waktu yang pas untuk memulai pembelajaran tatap muka. Hingga dari Minggu ke Minggu kami masih belum bisa mengadakan pembelajaran tatap muka tersebut karena masih ada saja mahasiswa yang belum bisa pergi ke Pontianak. Sampai pada akhirnya dosen pengampu mata kuliah kami ini jatuh sakit berminggu-minggu, sehingga dalam beberapa Minggu itu kelas kami kosong karena tidak ada dosen pengganti yang mengajar. Sampai pada tanggal 30 Desember 2021 kemarin kami mendapat kabar bahwa dosen pengampu mata kuliah kami ini telah berpulang ke Rahmatullahi, syok dan terlintas penyesalan rasanya sebab masih belum bisa melaksanakan hajat beliau yang ingin bertemu kami, beliau ingin belajar tatap muka bersama kami, tapi sayangnya kami belum bisa merealisasikan kemauan beliau itu.

Karena dosen pengampu mata kuliah kami menunggal dunia, maka pihak akademik kampus memberikan dosen pengganti untuk kami. Dosen pengganti tersebut juga meminta kami untuk melakukan pembelajaran tatap muka di kampus, mengingat banyak materi kamj yang tertinggal oleh karena itu beliau perlu membahas masalah perkuliahan ini untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Dan qadarullah pada tanggal 7 Januari 2022 akhirnya kami bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, sesuai dengan hajat almarhum dosen kami walaupun bukan beliau yang mengajar di kelas kami, ini adalah tatap muka perdana kami selama 3 semester kuliah di IAIN, pertama kali kami bersua dengan teman-teman kami dan berkenalan langsung. Rasanya bahagia apalagi teman-teman saya banyak yang baik dan ramah, tidak ada kecanggungan diantara kami, malah kami saling melempar candaan saat berada dikelas, ternyata suasananya mencair dengan sendirinya. Setelah pembelajaran selesai, tak lupa kami mendo’akan dan mengirim Al-fatihah untuk almarhum dosen kami itu. Semoga Allah mengampuni kesalahan beliau dan menempatkan di tempat yang sebaik-baiknya tempat. Aamiin

Adapun untuk tugas UAS di mata kuliah ini, dosen pengganti kami memberikan dua opsi tentang tugas UAS kali ini, yang pertama tugas observasi ke situs-situs bersejarah di Pontianak dan Mempawah, dan opsi yang kedua yaitu mengerjakan soal UAS di kelas seperti ujian pada umumnya, tidak ada contek mencontek, tidak boleh melihat internet. Sebagai mahasiswa yang sangat minim pengetahuan tentu kami lebih memilih opsi yang pertama yaitu melakukan observasi ke situs-situs islam yang bersejarah di Pontianak dan Mempawah. Setelah berdiskusi kami memutuskan untuk berangkat pada tanggal 29 -30 Januari 2022. Dengan rute perjalanan hari pertama yaitu berziarah ke makam Batu Layang dan setelah itu melanjutkan perjalanan ke Keraton Amantubillah di Mempawah. Di Keraton tersebut kami melakukan observasi dan pengamatan. Awalnya kami sempat di tolak masuk ke dalam keraton karena kami tak memiliki surat izin observasi dari kampus, namun karena Syarifah yang menghuni keraton tersebut merasa kasihan terhadap kami akhirnya kami diperbolehkan dan diizinkan masuk untuk melakukan observasi di keraton dengan warna hijau tosca tersebut.

Setelah selesai melakukan observasi kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Samudera Indah di Singkawang. Tujuan kami ke sana adalah untuk melepas penat setelah beberapa waktu lalu kami menyelesaikan UAS. Dari sejauh kaki menelusuri bumi, jujur ini adalah tempat yang membuat saya ingin kembali lagi, suasananya yang menenangkan, deburan ombak dengan alunan suara yang membuat tenang menambah kesan tersendiri dari pantai ini, tak bosan rasanya berlama-lama menyusuri pantai di sore hari sebelum matahari senja tenggelam ke peraduannya.

Sungguh pengalaman yang awalnya tak pernah kami rencanakan sebelumnya, berlibur bersama tema sekelas tak pernah menjadi list rencana kami, tapi ternyata Allah memberikan kami hadiah indah lewat jalan takdir indah-Nya tersebut. Disana kami menginap satu malam, di malam harinya kami membuat acara makan malam bersama. Pada Minggu paginya saya dan beberapa teman saya pergi berenang di tepi pantai, sebenarnya niat saya hanya ingin duduk di tepi pantai menikmati suasana pantai tapi ternyata salah satu teman saya memaksa saya untuk berenang, karena saya tidak tau berenang saya tidak mengindahkan kemauannya, tapi dia tetap memaksa agar menemaninya berenang, dan setelah drama bujuk membujuk akhirnya saya luluh di buatnya, saya memberanikan turun ke pantai untuk berenang, dengan dia yang tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan saya. Dia ingin saya juga menikmati dan merasakan deburan ombak secara langsung. Rasanya benar-benar bahagia waktu itu. Setelah kami puas berenang, di jam 10.00 kami menyudahi acara berenang kami dan mandi setelah itu mengemaskan barang-barang kami karena setelah Zuhur kami pulang masing-masing.

Tafsir Tarbawi

Tafsir Tarbawi adalah mata kuliah terakhir yang jadwalnya di Jum’at siang. Media pembelajaran mata kuliah ini adalah dengan menggunakan google meet. Sistem pembelajaran sama seperti kebanyakan mata kuliah lainnya yaitu dengan diskusi kelompok. Namun, tugas individu akan selalu ada, kami tetap diwajibkan membuat resume. Materi pembelajaran menggunakan tulis tangan dan pengumpulannya di pertemuan akhir semester nanti. Dosen pengampu mata kuliah ini adalah dosen yang juga simple, tak banyak maunya, dan tidak ribet, tidak banyak tugas berat. Pada mata kuliah ini setelah diskusi kelompok biasanya beliau akan menjelaskan ulang materi yang dipelajari dari A hingga Z, walaupun begitu beliau tak pernah mempermasalahkan kami yang mematikan kamera, beliau tak pernah marah, yang terpenting kami sudah hadir di mata kuliah beliau, mengerjakan tugas-tugasnya, serta mengerjakan tugas UTS dan UAS dengan benar, maka nilai kami aman.

Saya rasa selama semester 3 ini perkuliahan terasa lebih cepat, 16 pertemuan seakan-akan tidak terasa, entah mungkin karena tugas yang tidak terlalu berat atau memang karena sudah bisa lebih santai melakukan pembelajaran online walaupun terkadang ada saja keluhan ketika mengerjakan tugas-tugas berat yang diberikan oleh dosen. Ya tak dapat dipungkiri menyelesaikan tugas tanpa keluhan termasuk hal mustahil yang bisa dilakukan mahasiswa. Tapi for your info saya pernah mendengar nasihat dari Ibu Nyai Isnayati di sebuah webinar online, beliau berpesan agar jangan kurangi keberkahan ilmu dengan keluhan. Oleh karena itu sebisanya kita harus mensyukuri apa-apa yang sudah menjadi kewajiban kita dalam menuntut ilmu ini, terutama mengenai tugas ini. Jika ditanya lelah pasti jawabannya lelah, tapi selama tugas masih menjadi tanggung jawab maka tidak ada kata lelah apalagi menyerah, semoga saja lelah ini lillah dan terbayar dengan jalan takdir yang indah.

Dan ya satu lagi, jangan sekali-kali berpikiran bahwa lelah dengan tugas kuliah lalu berpikiran ingin menikah saja. Jangan ya dear.

“Duh, pusing, Kak. Pengin nikah aja udahan,” kata gadis itu dengan senyum lebar kala mengucapkan kata “nikah”.

“ Pengin. Nikah. Aja.”

Mungkin, saat itu, mataku sedikit melotot, alisku terangkat, dan hatiku bertanya, “ARE YOU EVEN SERIUS?!”

Dan, kejadian semacam ini tak kutemukan sekali saja.

Beberapa waktu lalu, saya melihat Instagram Story yang, kurang-lebih, bertuliskan, “Capek gini terus. Pengin nikah aja.”

Pernah pula, saya melihat sebuah status yang lumayan viral, berisikan pesan semacam, “Mending nikah aja biar dapat nafkah.”

Dan, tulisan-tulisan semacamnya yang intinya: Aku lelah. Aku ingin menikah. Aku ingin hidup enak.

Oke, saya bisa memahami itu.

Tetapi, maaf, maaf sekali lagi, jika kamu merasa lelah dengan tugas-tugas harianmu, lalu tiba-tiba merasa menikah adalah solusi untukmu, kurasa, kamu belum siap menikah. Jadi, masuklah kembali ke kamarmu. Kerjakan tugas-tugasmu. Lalu, tenangkan pikiranmu. Dan, jangan melihat menikah sebagai solusi dari kelelahanmu saat ini.

Sebab menikah bukanlah solusi dari kelelahanmu.

Kenyataannya, menikah akan semakin melelahkanmu.

Menikah, bagi laki-laki, adalah bangun pagi-pagi, melawan kemacetan demi menafkahkan sang istri dan anak-anak, berlemah lembut kepada istri dan anak-anak meskipun penat sepulang kerja.

Menikah, bagi wanita, adalah berusaha patuh kepada suami dengan baik dan benar, seperti menyiapkan kebutuhan suami yang akan berangkat mencari nafkah, berusaha memprioritaskan waktu bersama keluarga meski sedang berkarir, menjaga kehormatannya kala ditinggal sendirian, dan mengikuti kesepakatan-kesepakatan yang telah dirundingkan dan disetujui bersama suami.

Menikah adalah menyadari, menerima, dan bersabar bahwa prioritas utama sang suami adalah orangtua nya; sementara prioritas utama sang istri adalah suaminya.

Menikah, bagi laki-laki, adalah tetap berusaha adil kepada semua pihak: Orangtua yang menjadi prioritas utamanya; serta istri dan anak-anak yang menjadi tanggungjawabnya.

Menikah, bagi wanita, adalah memahami bahwa nafkah dari suamimu bukanlah untuk memenuhi keinginanmu semata, melainkan untuk memenuhi kebutuhan bersama. Bisakah kamu mengelolahnya dengan baik? Bisakah kamu merelakan keinginan-keinginanmu untuk membeli tas baru, kosmetik, dan sepatu baru?

Menikah adalah bersabar pada hal-hal yang tidak kau sukai dari pasanganmu.

Menikah adalah berusaha keras menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak disukai pasanganmu.

Menikah adalah senantiasa memikirkan perasaan dan kondisi pasangan di setiap keputusan yang kau ambil.

Menikah adalah menyatukan dua kepala yang berbeda, meski salah satu di antaranya harus merelakan mimpinya; sebagaimana sang suami harus rela melepas mimpinya untuk menafkahi keluarga; atau, sebagaimana sang istri harus rela melapas mimpinya untuk mewujudkan kehidupan untuk sang anak. Namun, tentu, lebih baik jika mimpi-mimpi yang direlakan tersebut mewujud mimpi-mimpi baru.

Menikah adalah memperbanyak stok maaf.

Menikah adalah menyadari bahwa misi utama syaitan ialah memisahkan kalian berdua.

Menikah adalah menyadari bahwa perasaan cinta tidak selalu hadir, lalu berusaha bertahan, dan menumbuhkan perasaan itu lagi. Sebab sebagaimana perasaan-perasaan lain; kadang cinta datang, kadang cinta pergi.

Menikah adalah berusaha saling memahami kala egois menerjang.

Jadi mari buka kembali bukumu, belajar lah lebih giat, lakukan berbagai hal yang kau sukai, kejar cita-cita dan mimpi-mimpimu. Nikmati masa kuliah mu sebab masa-masa ini hanya berlangsung sekali seumur hidup.

Hidup itu tidak selalu sejalan dengan apa yang kita kehendaki. Kebahagiaan diri adalah proses yang harus diperjuangkan. Yakini!! Bahwa kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan. Hidupkan dalam hati bahwa sebuah proses adalah jalan menuju suatu hal yang ingin kamu raih Hidupkan dalam pikiran bahwa sebuah proses adalah jalan menuju suatu hal yang harus kamu hargai Dan hidupkanlah dalam tindakan bahwa kamu berhak berproses untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Jangan putus asa, jangan menyerah. Semua akan berlalu dan kebahagiaan pasti akan bertemu. TETAPLAH BERPROSES MENJADI ORANG HEBAT

Perjalanan kita masih jauh, masih banyak yang harus kita raih. Banyak hilang yang harus dicari kembali. Jadi pada diri selalu ingatkan begini;

Hai diri...

Tenanglah berjalan di Bumi. Selagi kiblatmu masih ilahi, takkan pernah kau dikhianati. Maka, luaskan saja sabarmu. Lapangkan hatimu, kokohkan pijakanmu, kuatkan langkahmu. Ingat selalu bahwa kamu punya Tuhanmu.

Semoga segala semoga segera Tuhan beri, semoga senantiasa diberkahi. Selamat berjuang lagi, sampai bertemu di perjumpaan bahagia yang abadi.

Mungkin cukup sampai disini cerita pengalaman semester 3 ini ya dear, sampai jumpa di cerita semester yang akan datang.... See you on top !

Salam Mahasiswa!!!

Assalamu’alaikum Wr.Wb


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan Perkuliahan Semester 6

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim Haiii.... Apa kabar kakak-kakak dan abang-abang mahasiswa ? semoga teta...