Minggu, 10 September 2023

Catatan Perkuliahan Semester 6

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Haiii....

Apa kabar kakak-kakak dan abang-abang mahasiswa ? semoga tetap sehat, semangat dan selalu bahagia yaa.

kembali lagi dengan saya Nurul Huda Detalia, terhitung 6 bulan yang lalu saya menulis di blog ini, maka terhitung pula telah satu semester saya menjalani perkuliahan. Yaps, akhirnya saya bisa melewati semester 6 yang cukup hectic dan pusing dengan tugas.

Pada semester 6 ini banyak suka duka yang saya lalui, tapi jika bisa dihitung kemungkinan banyak sukanya sih hehe, karena di semester 6 ini saya banyak sekali mendapat pengalaman berharga seperti praktik mengajar dikelas dengan berbagai macam metode dan tentunya tak luput dari komentar dosen yang cukup menyayat hati sihh (tak se-lebay itu sih sebenarnya). Di semester ini saya dan teman-teman saya juga banyak meluangkan waktu bersama, walaupun hanya sekedar memasak dan makan bersama di rumah teman kelas kami yang nge-kost. Hal ini kami lakukan karena mengingat masa kami yang hampir habis, karena menjelang semester akhir biasanya akan sibuk masing-masing entah itu dengan tugas akhirnya atau karna pekerjaan dan kesibukan lainnya.

Jika dilihat dukanya mungkin karena diri merasa terlambat dan tertinggal jauh dengan proses teman-teman, belum lagi melihat teman-teman seperjuangan yang lain yang sudah seminar proposal atau bahkan sudah ada yang selesai pendidikan. terkadang terbesit pertanyaan kapan dari dalam diri, tapi tak apa, bukankah timing kita berbeda, proses bahkan kesibukan kita juga berbeda, jadi bagaimana mungkin kita membandingkan kita dengan proses orang lain, yang terpenting kita tidak menyerah yaa dear, jangan terlalu keras dengan diri sendiri, istirahat dulu nikmati prosesnya nanti baru lanjut lagiii, stop using your energi to worry, use your energi to believe, love, heal and growing spiritually.

Di semester 6 ini saya mengambil 24 SKS dengan jumlah mata kuliah yang saya ambil berjumlah 7 mata kuliah, yaitu Magang 2, Penelitian Kuantitatif, Pembelajaran Akidah akhlak, Pembelajaran Al-Quran Hadist, Bimbingan Konseling Pendidikan, Pembelajaran SKI dan juga pembelajaran fiqih.

Awalnya saya sempat pesimis untuk menghadapi kegiatan pembelajaran karena sudah dapat dipastikan pada semester ini, level pembelajaran akan lebih sulit. Di semester 6 ini, akan lebih banyak praktek daripada teori, sebab di semester 6 ini, sudah mulai akan mempersiapkan diri untuk semester berikutnya yang pembelajarannya lebih banyak praktek di lapangan. Yang menjadi permasalahan adalah saya yang masih belum pandai berbicara di depan umum, kemampuan public speaking saya masih jauh dari kata baik, selain itu saya juga masih sering tremor dan gugup ketika tampil di depan umum apalagi langsung tampil di depan dosen. Tapi ada pepatah mengatakan bahwa teori dan praktik itu sama pentingnya, teori tanpa praktik adalah sama saja dengan bullshit (omong kosong). Karena sebenarnya teori dan praktek saling berkesinambungan, practice makes perfect. Teori tanpa praktek bagaikan orang lumpuh, sedangkan praktek tanpa teori bagaikan orang buta. Maka dengan mengkolaborasikan keduanya maka akan tercapailah suatu tujuan. Sebab tanpa kolaborasi, teori akan pasif tanpa aksi, sedangkan praktik tanpa teori akan membabi-buta tanpa visi. Jika digambarkan, orang yang hanya mengandalkan teori tanpa praktek ibarat orang yang memahami seluk-beluk teori mengemudi, namun dia sendiri tidak mampu mengemudi. Sebaliknya, orang yang melakukan praktik tanpa memahami teori sama seperti halnya orang yang mendirikan sholat berulang-ulang, namun dia tidak paham teori tentang sholat, sehingga dia sholat dalam keadaan tidak berwudhu. Dia merasa melakukan sesuatu, padahal perbuatannya salah arah bahkan sia – sia. Banyak yang mengatakan, bahwa teori jauh lebih mudah daripada praktik. Memang benar adanya, bicara tentu lebih mudah daripada praktek. Tapi kalau tidak melakukan praktek, karena merasa malas atau minder akibat terbayang sulitnya praktik dan ribetnya perjuangan yang harus dilakukan, maka tidak akan ada hasil yang diperoleh, adanya hanya akan stuck di tempat tanpa adanya kemajuan sebab tidak ada keberanian untuk melangkan maju ke depan melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas diri. Maka, semua kembali ke diri kita sendiri, apa motivasi kita dan seberapa kuat motivasi tersebut. Pada semester 6 ini, program studi Pendidikan Agama Islam juga memiliki agenda “Praktikum Mengajar”, Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan para mahasiswanya untuk mengikuti PPL di semester 7.

Di semester ini kegiatan benar-benar fuul, tugas juga full dengan RPP yang digunakan untuk praktek mengajar, setiap hari harus belajar metode dan startegi pembelajaran. Selain itu, di semester 7 ini saya mendapat kesempatan menjadi PJ sekaligus bendahara dari Even besar tahunan yaitu seminar nasioanal yang dihadiri oleh Dokter Muhammad Muhammad Imam Daud, beliau adalah ppengejar tetap di Fakultas Adab di Kampus QanahSwez di Isma’iliyyah Mesir. Jujur, mungkin ini salah satu hadiah untuk akhir semester 6 ini, rasanya lelah selama 6 bulan yang saya rasakan terasa terbayar sejak mendengar nasihat dari Syekh Daud untuk selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, karena segala sesuatu di dunia butuh ilmu, lelah, capek, malas dan lain sebagainya adalah bumbu di dalam proses menuntut ilmu, beliau juga berpesan untuk selalu sabar dengan proses yang sedang dijalani,

Pada akhir semester 6 ini, kami juga akan melaksanakan kegiatan besar yang pasti akan dilaksanakan oleh setiap kampus, kegiatan ini yaitu, Kelompok Kerja Lapangan. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 20 Juli hingga tanggal 31 Agustus, jika dihitung kurang lebih 43 hari kami akan turun ke desa-desa untuk mengabdikan diri dan membantu masyarakat sekitar tempat posko kami.

Setiap perguruan tinggi memiliki Tri Dharma Pendidikan, yaitu Pendidikan/pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian dan semua Mahasiswa wajib melaksanakan Tri Dharma Pendidikan tersebut. Setelah Mahasiswa mendapatkan pendidikan/pengajaran dari dosen di bangku perkuliahan, Mahasiswa akan melakukan penelitian dan melaksanakan pengabdian. Pengabdian tersebut berupa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang merupakan mata kuliah intrakurikuler yang kegiatannya berbentuk pengabdian masyarakat dan kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih 40 hari guna mendapatkan pengalaman nyata dan menambah wawasan karena sudah terjun langsung ke Masyarakat.

Meski bukan menjadi tujuan utama dari program KKL IAIN Pontianak, mengajar menjadi semacam menu wajib di tiap kegiatan KKL. Pengabdian yang dilaksanakan oleh Institut Agama Islam (IAIN) Pontianak tidak hanya berfokus kepada masyarakat tetapi juga pengabdian terhadap pendidikan baik itu pendidikan formal maupun non formal seperti pondok pesantren.

Kegiatan pengabdian ini yang obyeknya berlokasi di Desa Sungai Rasau Kecamatan Sungai Pinyuh. Desa Sungai Rasau adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Desa ini identik dengan warganya yang religius ditandai dengan banyaknya kegiatan-kegiatan keislaman seperti yasinan, tahlilan dan juga shalawat nabi. Kegiatan tersebut berlangsung setiap minggu sekali yang diikuti oleh warga Desa Sungai Rasau.

Selain itu, di sini juga banyak sekolah yang bernada islami, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta juga terdapat Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Di desa Rasau ini, anak-anak mulai dari TK/RA sudah mulai dikenalkan dengan keislaman, contoh kegiatan yang saya temui di sini yaitu pengamalan sholat dhuha sebelum memulai pelajaran. Pengamalan yang lain yaitu di TPQ mulai diajari untuk ber-shalawat, dan menghafal doa-doa pendek agar nilai-nilai keislaman tersebut tidak hilang di tengah era 4.0 ini.

Pendidikan Agama Islam yang dikelola secara non formal bagi anak di jenjang usia SD dan SMP bisa mencegah pergaulan bebas. Di samping itu, pendidikan Diniyah itu harus diterapkan sejak dini agar dapat membentuk karakter anak yang bertaqwa dan memiliki akhlak yang mulia. Sudah tidak diragukan lagi bahwa upaya tersebut dapat menjadikan benteng penguatan karakter yang baik untuk anak-anak.

Madrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan yang memberikan pelajaran keagamaan, seperti: Aqidah Akhlaq, Fiqih, Hadits, Nahwu Shorrof dll yang tidak dapat diperoleh di sekolah umum. Para orang tua yang resah karena merasa Pendidikan Agama Islam yang diperoleh di sekolah umum kurang memadai, akan langsung memasukkan putra putri mereka ke Madrasah Diniyah. Di sini lah peran Madrasah Diniyah dalam melengkapi Pendidikan Agama Islam yang dapat menjadi wadah untuk mencetak generasi Islam berkualitas yang bertaqwa dan berakhlak mulia.

Di desa rasau tepatnya di Dusun Barat RT 04 RW 09 terdapat satu-satunya pondok pesantren Diniyah yakni pondok pesantren Al-Husniyyah, di pondok pesantren ini hanya menyelenggarakan pendidikan nonformal saja yaitu Madrasah Diniyah dan juga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Madrasah Diniyah tersebut bersifat terbuka bagi siapa pun baik di usia Pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.

Awal datang ke tempat KKL yaitu pada hari kamis tanggal 20 Juli 2023. Saya berangkat sekitar pukul 09:00 WIB dengan teman-teman sekelompok dan tiba pukul 10:00 WIB di Desa Rasau Kecamatan Sungai Pinyuh tepatnya di rumah Bapak Suryadi. Kedatangan kami disambut baik oleh Bapak Suryadi dan itu membuat kami senang, apalagi melihat lingkungan sekitar desa sungai rasau yang asri dan sejuk.

Minggu pertama, kegiatan KKL kelompok Mempawah 3 diisi dengan silaturahmi ke rumah-rumah warga serta penyusunan program kerja. Saya dan teman-teman KKL Mempawah 3 posko 1 berkeliling ke rumah warga sekitar untuk bersilaturahmi sekaligus melihat-lihat lingkungan sekitar. Para warga Desa Sungai Rasau sangat ramah-ramah terhadap kami semua. Kebanyakan dari warga Desa Sungai Rasau adalah seorang pekebun nanas, tetapi tidak sedikit pula yang bekerja di luar daerah bahkan luar negeri.

Selain itu kami juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Husniyyah yang berada tidak jauh dari posko kami. Di sana kami disambut langsung oleh Kyai Munasik Anwar sebagai pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren Al-Husniyyah. Selain menyempatkan bersilaturahmi kami juga sekaligus meminta izin terlebih dahulu kepada Kyai Munasik selaku Pembina Madrasah Diniyah untuk membantu mengajar di sana.

Awalnya kami sempat bimbang untuk menjalankan program kerja mengajar di pondok pesantren tersebut, sebab jika dilihat dari riwayat pendidikan yang kami ampu banyak mahasiswa yang bukan berasal dari pondok pesantren, sehingga pasti akan sulit jika untuk mengajar disana sebab di pondok pesantren sudah pasti menggunakan kitab. Tetapi alhamdulillah setelah kami mendiskusikan hal tersebut kepada Kyai Munasik, akhirnya niat baik kami disambut dengan hangat oleh beliau, bahkan beliau mengatakan bahwa Ia sangat senang mendapati mahasiswa dan mahasiswi KKL yang ingin membantu mengajar di pondok pesantren Al-Husniyyah. Selain itu, para santri pondok pesantren Al-Husniyyah juga sangat senang dengan adanya kedatangan kami. Para guru Madrasah Diniyah termasuk guru tugas dari Pondok Pesantren Assirojiyah Kajuk Sampang Madura, sangat mendukung dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengajaran yang akan kami laksanakan di Pondok Pesantren Al- Husniyyah tersebut.

Tidak hanya silaturahmi, dan membahas perizinan namun sedikit banyak kami membahas program kerja juga. Beliau senang memberikan motivasi kepada kami, sehingga memacu semangat kami untuk terus berproses menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama yang selalu menebar kebaikan di mana pun berada. Beliau juga berpesan kepada kami untuk selalu memotivasi para santri agar mereka giat belajar sehingga dapat meraih cita-citanya.

Hari pertama kami mengajar di pondok pesantren Al-Husniyyah yaitu pada hari Sabtu tanggal 29 Juli 2023, kegiatan mengajar tersebut dimulai dengan perkenalan singkat anggota KKL Mempawah 3 Posko 1 dengan para santri. Pada hari pertama kami mengajar disambut dengan antusias yang luar biasa oleh para santri disana. Berbagai rentang usia anak kami temui disana, mulai dari usia 7 tahun hingga yang sudah bersekolah di MTs. Jumlah santri yang berada di Pondok pesantren Al-Husniyyah ini kurang lebih 70 orang anak.

Pada hari pertama kami tidak langsung mengajar, kami masih mencoba berta’aruf dan beradaptasi dengan lingkungan pondok pesantren Al-Husniyyah, kami mencari informasi mengenai jadwal dan juga kitab-kitab yang diajarkan di pondok pesantren ini, agar sebelum terjun langsung mengajar, kami mempunyai sedikit bekal untuk disampaikan kepada para santri di sana.

Di pondok pesantren Al-Husniyyah ini, terdapat jenjang Madrasah Diniyah dan juga TPQ. Adapun untuk kelas TPQ dimulai pada jam 15:00 atau setelah waktu Ashar hingga pukul 16:30. Kelas TPQ kemudian dibagi lagi menjadi 3 tingkatan yaitu tingkat 1, tingkat 2 dan tingkat 3. Kami saling membagi tugas dan menempatkan diri ke 3 kelas tersebut. Adapun proses pembelajaran dimulai dengan membaca doa - doa yang biasa diamalkan untuk kehidupan sehari-hari.

Kemudian setelah itu berlanjut ke kegiatan menulis beberapa kata dalam iqra’, baru setelah selesai menulis dilanjut dengan mengaji yaitu guru mendengarkan dengan saksama bacaan murid yang mengaji. Mulai dari makhraj, pelafalan, serta panjang-pendeknya. Para murid maju satu-persatu dan menyetorkan bacaannya kepada guru, sedangkan murid yang lain menunggu giliran dengan menyalin bacaan tartil yang ada pada buku mereka. Metode yang digunakan dalam belajar di kelas TPQ ini adalah metode tartila. Selain belajar, kami juga selingi kegiatan pembelajaran dengan bernyanyi nyanyian islami dan ice breaking, karena setaraf anak TK/SD pasti akan sangat senang ketika kondisi kelas menyenangkan dan dapat merangsang ketertarikan anak didik dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat lebih aktif dan efektif.

Sedangkan untuk kelas Madrasah Diniyah dimulai pada jam 13:00 atau setelah Dzuhur hingga pukul 15:00, kemudian berlanjut lagi setelah salat Asar. Biasanya, para murid yang mengikuti kelas ialah murid yang telah tamat bacaan tartilnya sehingga diperbolehkan untuk mengikuti kelas ini. Kelas Diniyah ini, terbagi menjadi 6 kelas. Mata pelajaran di Madrasah Diniyah yang diajarkan yaitu ilmu nahwu sorrof (ilmu alat bagian dasar), Bahasa Arab, Fiqih, dan juga Akidah. Pada tingkatan Madrasah Diniyah ini, pembelajaran sudah mulai menggunakan kitab-kitab dasar untuk kelas rendah seperti kitab Aqidatul Awwam, Syafinatun Najah, Hidayatus Shibyan , Akhlaq lil Banin, Ta’lim Muta’allim, dan kitab Sullam At-taufiq.

Untuk kegiatan pembelajaran di malam hari, biasanya adalah jadwal para santri kelas 6 Diniyah yang kebanyakan pada saat siang hari masih memiliki kegiatan di luar pesantren seperti bersekolah di sekolah umum. Jadi, kegiatan pembelajaran mereka diganti di malam hari hingga pukul 21:00.

Pada kelas Diniyah ini, pembelajaran dibuka dengan membaca pujian kepada Allah SWT dan Shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Kemudian dilanjut dengan membacakan syair-syair yang dilagukan, disebut juga sebagai nadzhom. Pada waktu itu, kami mengajar kitab yang diajarkan ialah Kitab Aqidatul Awwam. Kitab ini ialah kitab akidah dasar yang diajarkan di pondok-pondok pesantren sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Kami mengajarkan kitab ini dengan membaca syair pada kitab terlebih dahulu dan menulis di papan tulis. Setelah itu, kami menyuruh murid untuk menulis terlebih dahulu syair tersebut di buku tulisnya masing-masing. Kami pun menyerukan untuk membaca syair bersama-sama diirigi dengan lagunya dengan tujuan syairnya dapat dengan mudah dihafal. Setelah menulis dan membaca bersama kami pun menjelaskan makna dan arti dari syair tersebut agar murid-murid tidak hanya hafal namun juga paham dengan isinya.

Hari demi hari telah terlewati. Setelah beberapa pekan kami mengajar di sana akhirnya kami berpisah setelah bermuwajahah dalam beberapa hari. Mereka adalah sang generasi yang akan berhasil suatu saat nanti. Selagi niat dan dan kegigihan yang dijadikan kunci. Banyak hal saya dapat dari mereka, dari mulai yang sederhana hingga luar biasa. Di mana sesederhana senyum yang terpancar kala lelah datang melanda hingga sikap tawadhu’ dari kelembutan hatinya. Semua tercipta tentu tidak terlepas dari perjuangan dari Ustadz dan Ustadzah yang senantiasa membimbing mereka.

  Pondok pesantren Al-Husniyyah bagi kami ialah sebagai wadah untuk mengamalkan ilmu yang kami dapat sebelumnya. Alhamdulillah usaha dan niat baik kami pun berjalan dengan baik. Para Ustadz dan Ustadzah juga merasa terbantu dengan adanya kami, kami pun juga merasa senang sudah diberi izin untuk bisa mendapatkan pengalaman mengajar di Pondok Pesantren Al-Husniyyah ini. Teringat salah satu pepatah arab bahwa ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah, sebaliknya ilmu yang diamalkan bagaikan pohon yang berbuah, memberi banyak manfaat bagi sekelilingnya.

Melalui kegiatan mengajar ini kami juga banyak belajar tantang cara mendidik anak-anak usia dini, melatih skill mengajar dan tentunya dapat mengetahui secara real kondisi pendidikan islam non formal yang ada di Desa Rasau. Saya pribadi juga merasa sangat beruntung memiliki kesempatan untuk terjun langsung mengajar para santri Pondok Pesantren Al-Husniyyah. Saya juga sadar betapa sulitnya mendidik para santri, apalagi sebagai perempuan yang nantinya akan melahirkan generasi penerus bangsa, maka sudah seharusnya perempuan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas untuk nantinya bisa mendidik dan melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas bertaqwa dan berakhlak mulia, oleh karena itu sebelum mendidik memang seharusnya seorang pendidik memiliki wawasan yang luas serta harus rajin membaca dan bermuthala’ah. saya mengutip pesan dari Ning Sheila Hasina Lirboyo “Untuk mencetak generasi islam yang berkualitas, kita sebagai calon pendidik sekaligus madrasah pertama untuk anak-anak kita harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, sebab bagaimana kita akan bisa mendidik anak-anak kita dengan baik jika dia di asuh oleh ibu yang tidak berpendidikan, oleh karena itu terdidiklah kalian sebelum mendidik”

Banyak orang mengatakan bahwa masa KKL adalah part terbaik dari masa perkuliahan, awalnya saya sempat ragu dengan statement ini, karena jika menoleh ke belakang sebelum keberangkatan sebagai peserta KKL, saya tidak memiliki teman dekat sekalipun di dalam kelompok KKL tersebut. Tapi, setelah 43 hari dilalui sejak kepulangan saya 31 Agustus 2023 kemarin, agaknya begitu cepat. Rasa hati kurang puas untuk bisa mengenal dan ingin berlama-lama dengan 17 manusia di posko 1 KKLMempawah 3 ini. Bagaimana tidak, masing-masing memberi kesan paling terkenang di dalam relung hati, mulai dari menghabiskan waktu bersama-sama, makan bersama, mengerjakan program kerja bersama, gosip bersama, susah dan sedih ditanggung bersama bahkan saling menjaga agar tak saling menyakiti dan melukai. Ah, rasanya sangat sulit terdefinisi. Banyak pengalaman dan pembelajaran istimewa yang diberikan bahkan rasanya sulit dijabarkan satu persatu. Maka bersamaan dengan ini, saya juga ingin mengahaturkan banyak terima kasih atas segala episode kebahagiaan kemarin yang telah kita lewati dan mungkin tak bisa di ulang kembali. Dari banyaknya hal yang selama ini saya lewati, saya bersyukur diberi akhir yang indah dengan hadirnya kalian di dalam proses saya. Saya tak pernah sesayang ini terhadap sesuatu pun tak pernah setakut ini kehilangan sesuatu, sebab bersama mereka tertawa saya lebih keras, sedih saya lebih sedikit, dan senyum saya lebih banyak

Terbanglah mengangkasa teman-teman ku selamat melanjutkan mimpi dan berjuang pada fase berikutnya.

Dengan adanya KKL ini, semoga mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Pontianak dapat mengambil hikmah dan manfaatnya terutama untuk KKL Mempawah 3 Desa Sungai Rasau Pinyuh 2023.

Last bot not least, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada diri sendiri karena sudah bertahan hingga sejauh ini, you are strong than you think, terima kasih untuk kuat dengan perjalanan panjang kali ini, terima kasih sudah kuat berdiri di kaki sendiri, untuk yang sedang berjuang dan berusaha untuk menjadi perempuan yang mandiri, karena tahu bahwa orang lain tidak selamanya bisa diandalkan dan tidak selamanya hidup di bumi, tetap semangat yaaa, ditimpa gagal lalu berusaha bangkit lagi itu pasti tidak mudah, tapi percayalah, semesta selalu meyakinkan bahwa kita pasti bisa, asal kita tidak menyerah dan jangan pernah tidak percaya dengan diri sendiri yaa, mari sama-sama belajar dan bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik lagi, don’t forget to love your self.

Terakhir untuk penutup sekaligus pepiling dari catatan saya di semester 6 ini saya mengutip pesan dari Ustazah Halimah Alaydrus yang menurut saya deep banget, kalimatnya begini; “Allah menaruhmu di tempatmu yang sekarang bukan karena kebetulan, tapi Allah telah menentukan jalan terbaik untukmu, Allah sedang melatihmu untuk menjadi kuat dan hebat. Manusia yang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Tapi mereka dibentuk dengan kesukaran, tantangan dan air mata”

So, tetap kuat dan tetap semangat ya dear, sebentar lagi pasti kita akan menikmati hasil indah dari apa yang selama ini kita doakan dan perjuangkan. Mari bertahan untuk mimpi-mimpi indah kita yang belum jadi kenyataan, harapan-harapan yang belum terwujudkan dan orang-orang kesayangan yang harus dibahagiakan.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca setoreh kisah perjuangan saya di semester 6 ini.

See u on top !!!

Salam mahasiswa !!!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Selasa, 13 September 2022

Catatan Perkuliahan Semester 4

 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Hai…

Apa kabar kakak-kakak dan abang-abang mahasiswa ??? semoga sehat, semangat dan selalu diberkati yaa.

Bagaimana perkuliahan selama satu semester ini, tentunya menyenangkan dan masih semangat bukan ???

Kalau masih semangat alhamdulillah, tapi kalau semangatnya berkurang yuk bisa yuk di tambah dan di recharge lagi biar tidak melemah semangatnya, agar bisa berjuang menyelesaikan masa study ini.

Kembali lagi dengan saya Nurul Huda Detalia mahasiswa semester 4 dari program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Pontianak.

Sudah lama saya tak menyapa kakak–kakak dan abang-abang dengan tulisan di blog ini karena memang terhalang dengan kesibukan kuliah, karena padatnya waktu perkuliahan dan banyaknya tugas yang perlu dikerjakan walhasil tidak bisa menyempatkan membuat tulisan di blog ini, dan kebetulan kali ini saya menyempatkan menulis kembali sekaligus sebagai tugas dan syarat yang harus saya penuhi agar Kartu Rencana Studi (KRS) saya bisa di ACC oleh dosen pembimbing akademik saya.

By the way, kakak– kakak dan abang-abang mahasiswa pada semester ini sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka, bukan ?

Kalau saya alhamdulillah di semester 4 ini sudah melakukan pembelajaran tatap muka atau offline di kampus saya yaitu IAIN Pontianak. Walaupun tidak setiap hari dan tidak 100% tatap muka tetapi sudah bisa dikatakan aktif seperti sebelum terjadinya covid-19.

Saya sangat senang sekali karena akhirnya bisa bertemu dengan teman – teman saya yang berasal dari beberapa daerah di Kalimantan Barat ini, setelah sekian lama akhirnya kami bisa bersua dan bertemu kembali, bertatap muka dan bisa mengadakan pembelajaran di dalam kelas, dan akhirnya kami bisa merasakan bagaimana rasanya belajar dan berdiskusi di ruang kelas dan akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku perkuliahan. Rasanya masih terasa seperti mahasiswa baru padahal kami sudah memasuki semester 4, ini diakibatkan karena dalam kurun waktu hampir dua tahun kami tidak bisa mengadakan pembelajaran tatap muka.

Di semester 4 ini, saya banyak sekali mendapat pembelajaran bahwa saat menjadi seorang guru tidaklah mudah, dan memiliki banyak tantangan apalagi untuk kedepannya. Terutama tentang bagaimana menciptakan atmosfer pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik agar mereka betah di dalam kelas dan bisa memahami apa yang kita sampaikan sebagai seorang guru. Menjadi seorang guru harus menjadi sosok yang bisa menjadi teladan dan bisa dijadikan contoh untuk para anak muridnya, menjadi guru sepertinya di tuntut untuk sempurna dalam segala hal, dari segi ucapan, perbuatan, akhlak, dan lain sebagainya, karena seorang guru pastinya akan menjadi panutan bagi anak-anak didiknya, menjadi guru tak hanya sampai disitu, guru bukan hanya sekedar sebagai seorang pengajar di kelas tapi sekaligus menjadi orang tua kedua bagi anak didiknya sehingga tanggung jawab yang dipikul seorang guru sangatlah besar dan berat, memang benar istilah bahwa “ guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”, sebab pengorbanannya untuk mencerdaskan dan membimbing anak didiknya tidaklah mudah, butuh ketekunan, kesabaran dan ketulusan.

Di semester 4 ini saya mengambil 24 SKS dengan jumlah mata kuliah yang saya ambil berjumlah 9 mata kuliah, yaitu Magang 1, Statistik Dasar 1, Media Pembelajaran, Pengembangan Dasar Pendidikan Agama Islam 2, Evaluasi Pembelajaran, Pendekatan dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Psikologi Pendidikan Peserta Didik, Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan yang terakhir yaitu Manajemen Pendidikan.

Awalnya saya sempat pesimis untuk menghadapi kegiatan pembelajaran karena sepertinya pada semester ini, level pembelajaran akan lebih sulit. Di semester 4 ini, sudah mulai lebih banyak praktek daripada teori, sebab di semester 4 ini, sudah mulai akan mempersiapkan diri untuk semester berikutnya yang pembelajarannya lebih banyak praktek di lapangan. Yang menjadi permasalahan adalah saya yang masih belum pandai berbicara di depan umum, kemampuan public speaking saya masih jauh dari kata baik, selain itu saya juga masih sering tremor dan gugup ketika tampil di depan umum apalagi langsung tampil di depan dosen. Tapi ada pepatah mengatakan bahwa teori dan praktik itu sama pentingnya, teori tanpa praktik adalah sama saja dengan bullshit (omong kosong). Karena sebenarnya teori dan praktek saling berkesinambungan, practice makes perfect. Teori tanpa praktek bagaikan orang lumpuh, sedangkan praktek tanpa teori bagaikan orang buta. Maka dengan mengkolaborasikan keduanya maka akan tercapailah suatu tujuan. Sebab tanpa kolaborasi, teori akan pasif tanpa aksi, sedangkan praktik tanpa teori akan membabi-buta tanpa visi. Jika digambarkan, orang yang hanya mengandalkan teori tanpa praktek ibarat orang yang memahami seluk-beluk teori mengemudi, namun dia sendiri tidak mampu mengemudi. Sebaliknya, orang yang melakukan praktik tanpa memahami teori sama seperti halnya orang yang mendirikan sholat berulang-ulang, namun dia tidak paham teori tentang sholat, sehingga dia sholat dalam keadaan tidak berwudhu. Dia merasa melakukan sesuatu, padahal perbuatannya salah arah bahkan sia – sia. Banyak yang mengatakan, bahwa teori jauh lebih mudah daripada praktik. Memang benar adanya, bicara tentu lebih mudah daripada praktek. Tapi kalau tidak melakukan praktek, karena merasa malas atau minder akibat terbayang sulitnya praktik dan ribetnya perjuangan yang harus dilakukan, maka tidak akan ada hasil yang diperoleh, adanya hanya akan stuck di tempat tanpa adanya kemajuan sebab tidak ada keberanian untuk melangkan maju ke depan melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas diri. Maka, semua kembali ke diri kita sendiri, apa motivasi kita dan seberapa kuat motivasi tersebut.

Review pengalaman pembelajaran selama semester 4 ini,

1. Magang 1,

Di mata kuliah ini, kami masih menggunakan media pembelajaran berupa google meet sebagai alat untuk mendiskusikan terkait dengan hal ihwal magang 1. Magang 1 ini adalah bertujuan untuk mengetahui budaya sekolah yang kami teliti, mulai dari kegiatan masuk, kegiatan guru di kelas, sarana dan prasarana yang tersedia, kegiatan rutin sekolah, kegiatan pembelajaran di kelas sampai pada saat siswa pulang sekolah. Pada pertemuan pertama kami hanya melakukan perkenalan dengan dosen pengampu sekaligus penyampaian kontrak belajar terkait dengan magang ini. Lalu berlanjut di pertemuan kedua kami diberi pembekalan dan gambaran bagaimana tentang kegiatan magang yang sebenarnya. Setelah itu kami diberikan opsi untuk pemilihan kelompok magang, opsi pertama yaitu kelompok magang akan dipilih berdasarkan pilihan dari dosen pengampu dan opsi kedua yaitu kelompok dipilih berdasarkan kesepakatan dari teman- teman di kelas (memilih kelompok bebas), dan sesuai kesepakatan kami memilih opsi yang kedua karena lebih nyaman. Kelompok magang dibagi menjadi 4 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 9-10 mahasiswa. Namun, karena jumlah mahasiswa di kelas saya berjumlah 33 orang, maka ada satu kelompok yang beranggotakan 6 orang yaitu kelompok saya sendiri. Kelompok saya terdiri dari 5 orang cewek dam 1 orang cowok. Setelah menge-list nama anggota kelompok, dosen pengampu memberikan waktu untuk kami melakukan magang selama 2 minggu. Minggu berikutnya kami sudah mulai berdiskusi dan menyusun beberapa plan dan menandai sekolah yang akan kami datangi untuk melaksanakan magang 1, karena menurut kakak tingkat yang kami tanyai ada beberapa sekolah yang tidak mau sekolahnya di teliti karena takut kejelekan dan celah dari sekolah tersebut diketahui. Untuk planning A kami akan mengantar surat permohonan magang di sekolah dekat kampus, dan untuk planning B kami akan mengantar surat permohonan magang ke SMP NEGERI 09 Pontianak, sekolah ini adalah hasil rekomendasi dari kakak tingkat kami, menurut informasi dari beliau yang sebelumnya pernah magang di sana, sekolah tersebut menerima mahasiswa magang. Lalu, setelah beberapa hari, kami mulai mengurus dan melaksanakan plan A kami, namun qadarullah dari beberapa sekolah di dekat kampus yang kami datangi tidak ada yang bisa kami setujui persayaratannya, sekolah pertama meminta kami melampirkan surat perizinan magang dari Dinas Pendidikan ataupun dari Kementrian agama, yang kami ketahui mengurus surat tersebut tidaklah mudah, lalu pada akhirnya kami memutuskan untuk menarik kembali surat permohonan magang tersebut, dan untuk sekolah kedua, persyaratannya kami harus menunggu kepulangan kepala sekolah yang baru akan pulang kurang lebih 2 mingguan, baru setelah itu surat permohonan izin magang bisa di ACC, karena sudah di kejar deadline kami tidak bisa menunggu lama, dengan berat hati kami membatalkan permohonan izin magang, dan banting stir beralih ke plan B yaitu meminta izin magang ke SMP NEGERI 09 Pontianak. Banyak sekali kendala yang kami hadapi untuk mengantar surat izin ke sekolah tersebut, dari mulai beberapa anggota kelompok kami yang masih berada di kampung, sekolah yang kebetulan waktu itu sedang libur pasca Ujian Nasional. Namun, setelah berkonsultasi dengan pak satpam sekolah tersebut, kami bisa menemui guru pamong terlebih dahulu, selang beberapa hari kemudian, kami berhasil menemui guru pamong, namun beliau tidak bisa langsung memberikan acc, dan harus menunggu keputusan kepala sekolah dan beliau akan segera memberitahukan kepastian izin secepatnya. Selang beberapa hari kami tak kunjung mendapati kabar mengenai izin magang, kami sudah mulai was-was namun kami tetap husnudzon bahwa mungkin guru pamong sedang banyak kegiatan sehingga mengesampingkan kegiatan magang kami. Selang beberapa hari karena tak kunjung ada kepastian kami berinisiatif untuk mendatangi kembali sekolah tersebut, setelah sampai disana ternyata ada kesalah pahaman sedikit, guru pamong tersebut ternyata salah meng ACC surat izin magang, ternyata beliau malah meng aCC surat magang dari kelas lain yang rencananya juga akan melakukan observasi disana. Karena kesalahan teknis tersebut akhirnya langkah kami di permudah, kami langsung di suruh kembali lagi dua hari berikutnya dan langsung boleh melakukan observasi, dan alhamdulillah-nya lagi, kami hanya melakukan kegiatan magang dalam kurun waktu yang singkat, sebab guru- guru disana sangat welcome terhadap kami, tak hanya membantu kami, tapi mereka mempermudah urusan kami, dari mulai wawancara dan kemudahan kami dalam mendata budaya sekolah tersebut, selain itu guru-guru disana juga memberikan kami semangat dan juga beberapa nasehat serta do’a–do’a baik agar kami lancar dalam perkuliahan dan bisa menjadi guru yang baik dan sukses. Terkadang apa yang kita khawatirkan di awal justru membawa berkah dan kebaikan di akhir, Maha Baik Allah yang merencanakan segala sesuatunya dengan amat sangat sempurna. Oleh karena itu, keep husnudzan, sebab Allah sudah pasti tau apa dan bagaimana takdir terbaik untuk hambanya.

2. Statistik 1

Mendengar nama mata kuliahnya saja sudah tau bahwa mata kuliah ini sulit, sebab berkaitan dengan hitung–hitungan. Apalagi kami sudah lama tak melakukan pembelajaran yang berkaitan dengan perhitungan. Namun, alhamdulillah dosen pengampu mata kuliah ini adalah seorang ibu dosen yang sabar bukan yang killer, beliau juga jarang memberikan kami tugas, sebagai bahan untuk evaluasi terkadang kami hanya diberikan latihan tanpa perlu dikumpulkan sebab biasanya latihan tersebut akan di diskusikan bersama-sama di pertemuan minggu depannya. Hanya sayangnya, mata kuliah ini lebih sering menggunakan media pembelajaran online daripada offline. Pertama kali mengadakan offline hanya saat pertemuan ke 7 sebelum UTS, itupun karena requestan dari kami, agar nanti bisa lebih mudah saat mengerjakan UTS, alhamdulillah, UTS nya via online, boleh open book, boleh melihat rumus, boleh menggunakan excel, namun waktu yang diberikan tidak kurang hanya 1 jam untuk kami menjawab 5 soal yang serasa 10 soal karena soalnya yang beranak pinak. Dan untuk UAS-nya kami melaksanakan UAS offline, soal yang diberikan hanya 2 soal, namun jawabannya hampir menghabiskan 2 lembar kertas folio. Waktu yang diberikan cukup singkat yaitu hanya 1 jam 15 menit (15 menitnya bonus hasil nego dengan ibu dosen hehe). UAS-nya juga sama seperti UTS, boleh open book, boleh liat rumus namun tidak boleh menggunakan excel, alat hitungnya harus menggunakan kalkulator milik sendiri dan tidak diperkenankan meminjam punya teman apalagi bekerja sama dan menyalin jawaban milik teman sendiri, apabila ketahuan mencontek beliau tidak segan – segan memberikan nilai D terhadap mahasiswa yang menerima contekan maupun yang memberi contekan. Menurut beliau nilai rendah tapi murni hasil sendiri lebih membanggakan ketimbang nilai tinggi tapi hasil copas jawaban punya bestie, itu sama saja dengan perbuatan membohongi diri. Karena ibu tau bahwa nilai kami tak mencukupi KKM, maka setelah UAS kami di tugaskan untuk mengerjakan kembali soal UAS tersebut, dengan tenggat pengumpulan 24 jam. Bedanya, perbaikan ini boleh mengguanakan excel agar lebih mudah dan lebih akurat perhitungannya. Untuk mengerjakan perbaikan UAS itu, saya dan beberapa teman kelas saya berinisiatif untuk mengerjakan tugas tersebut bersama-sama (bekerja sama hehe), sekaligus juga ngafe dengan niat healing setelah UAS. Karena menurut jadwal, UAS statistik ini adalah UAS terakhir yang dijadwalkan. Tapi ternyata bukannya healing adanya malah makin pusing karena mengerjakan soal-soal UAS yang membuat pening.

3. Media Pembelajaran

Mata kuliah ini adalah mata kuliah pertama yang mengadakan pembelajaran offline atau tatap muka, ini berdasarkan permintaan asisten dosen yang akan mengajar pada mata perkuliahan ini. Awal mendengar kabar ini rasanya sangat bahagia, karena akan mengadakan meet up kembali dengan teman-teman. Akhirnya, setelah beberapa semester kemarin yang pembelajarannya online kali ini bisa juga mengadakan pembelajaran offline dan bisa merasakan bagaimana rasanya duduk dan belajar di ruang kelas. Mata kuliah ini masuk pada pukul 07.00, dan pada pertemuan pertama ini saya hampir saja telat karena ada insiden kecil di jalan, yaitu saya terjebak macet di jalan Tanjung Raya sebelum memasuki jembatan tol Kapuas. Ini diluar prediksi saya sebab saya pun tidak tahu kalau ternyata di bawah jam 7 jalanan di sana sangat padat karena pada jam tersebut merupakan jam sibuk. Banyak pengendara motor atau mobil yang akan berangkat ke tempat tujuan seperti ke tempat kerja, sekolah maupun kampus. Tapi alhamdulilla 3 menit sebelum jam 07.00 saya sudah sampai di kelas, dan melihat teman-teman ternyata sudah banyak yang datang, tapi alhamdulillah ternyata dosen saya pun belum datang dan itu membuat saya lega walaupun masih terasa ngos-ngosan dan deg-degan efek naik tangga 4 lantai. Pada pertemuan pertama ini, hanya melakukan perkenalan dan membahas tugas yang akan dikerjakan di semester ini. Dosen pengampu juga menyampaikan bahwa beliau tidak mengadakan UTS sebab nilai UTS akan diambil dari nilai makalah dan presentasi kelompok, sedangkan nilai UAS akan diambil dari nilai produk media pembelajaran yang telah dibuat, produk media pembelajaran tersebut ditetapkan oleh keputusan dosen dan produk yang dihasilkan berupa produk online (aplikasi). Mata kuliah ini adalah mata kuliah favorit saya sebab tugasnya yang tergolong mudah dikerjakan dan juga asisten dosennya yang masih muda, baik dan humble (tapi agak sedikit cuek sih) sehingga menambah semangat untuk kuliah walhasil serasa mendapat asupan pagi yang komplit hihi. Untuk tugas UAS-nya ternyata kami mendapat tugas membuat media pembelajaran berupa tulisan di blogger yang temanya bebas dan juga membuat vidio animaker dengan berkelompok. UAS-nya lumayan susah karena tak semua anggota kelompok yang bisa mengedit vidio di animaker, karena prosesnya yang ribet dan juga memerlukan kondisi jaringan yang bagus, belum lagi vidio animaker ini harus mengguanakan laptop untuk proses mengeditnya, kendala lainnya yaitu laptop anggota kelompok kami banyak yang tidak bisa digunakan bahkan laptop saya pun pada waktu itu sedaang rusak, tapi alhamdulillah waktu yang diberikan oleh dosen pengampu sangat lama yaitu kurang lebih satu bulan. Namun, alhamdulillah semuanya bisa kami lewati walaupun pengerjaannya di penuhi drama, bahkan adu nasib.

4. Pengembangan Dasar Pendidikan Agama Islam 2

Pada mata kuliah ini, pembelajaran yang dilakukan akan menyesuaikan kondisi dari dosen pengampu, jadi bisa offline maupun online. Namun, di bulan puasa, dosen pengampu menyarankan untuk melakukan pembelajaran online agar kita tidak mudah dehidrasi, baru setelah selesai bulan ramadhan perkuliahan dilanjutkan dengan offline. Pada mata kuliah ini, ada kegiatan praktek mengajar sebagai alat untuk praktek pendalaman materi, setelah mengajar baru akan di komentari oleh teman-teman yang lain dan juga oleh dosen pengampu, dosen pengampu juga akan memberikan kiat-kiat mengajar yang baik agar bisa menjadi guru yang disenangi oleh peserta didiknya. Pada saat saya melakukan praktek mengajar tersebut, jujur saya sangat-sangat nervous walaupun praktek mengajarnya via online, tapi deg-degannya di real life benar-benar terasa. Efek demam panggung tersebut membuat saya blank dan kehilangan konsentrasi, walhasil praktek mengajar saya kali ini benar-benar tidak maksimal. Banyak yang harus di evaluasi dari praktek mengajar kala itu, dari mulai penguasaan materi hingga ke penguasaan kelas. Tapi tidak apa, masih banyak waktu untuk belajar dan mengevaluasi diri menuju perbaikan-perbaikan yang diingini. Belajar memang butuh proses bukan ?, apalagi untuk saya yang minim sekali pengalaman di dunia mengajar dan public speaking, sehingga butuh belajar berkali-kali lipat lebih keras. Di dalam belajar pun tak di pungkiri akan kegagalan, tapi kegagalan adalah bagian dari proses agar bisa mengambil pelajaran dan kedepannya bisa mendapatkan perbaikan. Sebuah kegagalan hadir bukan karena kita tidak pernah mendesign sebuah plan dengan matang, bukan berati kita tidak pernah mengamati atau mengobservasi terlebih dahulu sebelum mengeksekusi, atau menganalisa sebelum beraksi, bukan pula bertindak grasa-grusu tanpa alasan yang jelas dan logis. Namun, sudah sangat lazim kita ketahui, “ man proses, but God disposes” bahwa manusia hanyalah bisa berusaha dengan maksimal, Tuhanlah yang akhirnya menetukan. Menikmati kegagalan itu sama dengan menikmati proses jerih payah kita selama ini, saya tidak pernah mengutuk sebuah kegagalan yang saya alami, because kegagalan is the best teacher, pelajaran terbaik dalam hidup. Dengan kegagalan yang kita alami tentu akan menjadikan pembelajaran tersendiri untuk kita berhasil kedepannya. So, keep spirit, gagal bukan berarti kalah yaa dear, belajar untuk berdamai dengan diri sendiri, memahami bahwa ada hal yang tak bisa kita atur sesuka hati dan tidak bisa kita kendalikan. Ikhtiar tentu wajib, berdoa tanpa mengintervensi Tuhan, kemudian memasrahkan segalanya kepada Tuhan dan menerima semua yang sudah Tuhan tentukan. Sing sabar, wong berjuang iku gak onok sing kepenak.

5. Evaluasi Pembelajaran

Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang paling simple diantara banyak mata kuliah lainnya. Sebab, di mata kuliah ini walaupun pembelajarannya melalui via online, tapi kami tidak wajib mengikuti meet dengan dosen pengampu, kita diberikan pilihan boleh mengikuti pembelajaran ini atau tidak, jika kita mengikuti pembelajaran di google meet kita akan mendapatkan ilmu yang lebih detail dan juga nilai tambahan sebagai hasil dari usaha kita untuk menuntut ilmu. Belajar pada mata kuliah ini memnag tidak ada paksaan, tapi klau tidak dipakskan mau dapat ilmu dari mana ??? Jika pun tidak ingin atau tidak sempat mengikuti pembelajaran via google meet, kita hanya perlu mengakses e-learning dan mendownload materi pembelajaran hari ini, maka dengan otomatis kita akan terdaftar hadir di presensi. Untuk tugasnya kita hanya diberikan beberapa kali, tidak setiap pertemuan ada tugas. Untuk UTS, tugasnya hanya mengumpulkan file-file pertemuan ke 4 -7, yang sudah kita kerjakan dan kita sudah perbaiki ke dalam satu file. Begitupun dengan tugas UAS-nya, yaitu kita mengumpulkan tugas - tugas yang pernah kita kerjakan ke dalam satu file yang sudah diperbaiki. Sebelun UAS saya mengalami kendala sedikit, yaitu saya tidak bisa mengerjakan tugas pertemuan ke-15 sebab laptop saya yang rusak dan juga saya tidak paham dengan tugas tersebut sebab tugasnya sulit bin ribet. Awalnya saya pasrah tidak ingin mengerjakan tugas, tapi qadarullah saya di pinjamkan laptop oleh teman saya dan diajarkan mengerjakan tugas bersama dan alhamdulillah tugas saya bisa terselesaikan dengan baik. Terkadang kita hanya perlu bertawakkal dan percaya kepada Tuhan, bahwa Tuhan tak akan mungkin meninggalkan hambanya sendirian, dia aka selalu memberikan pertolongan dari arah yang tidak kita duga sebelumnya. Oleh karena itu wahai diri, keep husnudzan, jangan cepat berputus asa ataupun berserah diri, tenang saja kau diciptakan oleh pemilik skenario terbaik dari yang pernah ada, alur hidupmu sudah di jamin oleh Sang Maha Kuasa.

6. Pendekatan Dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Mata kuliah ini adalah mata kuliah setelah evaluasi pembelajaran,jadwalnya yaitu hari rabu siang. Di mata kuliah ini di ajarkan tentang pendekatan, media, metode, strategi, dan teknik pembelajaran yang menyenangkan untuk lebih memudahkan peserta didik memahami pembelajaran PAI. Pembelajaran menyenangkan itu disebut PAIKEM yaitu Pembelajaran Aktif Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Contoh pembelajaran berbasis PAIKEM ini contohnya yaitu everyone is teacher here, reading a loud, jigsaw, information search, picture and picture, dan lain sebagainya. Pada mata kuliah ini pembelajaran masih sering menggunakan via online, hanya beberapa kali yang melakukan pembelajaran tatap muka. Pada mata kuliah ini, masih sama seperti mata kuliah lainnya yang masih menggunakan metode diskusi kelompok. Baru setelah diskusi dilanjutkan dengan praktek mengajar sesuai materi yang sudah dipilih. Selain mengajar, tugas lainnya yaitu kita ditugaskan untuk membuat vidio pembelajaran, instruksinya sama dengan praktek mengajar, sebagai untuk tambahan nilai UAS. Untuk tugas UTS dan UAS, kita mengerjakan soal essay seperti ujian biasanya, namun UTS dan UAS nya dikerjakan via online, jawabannya cukup di ketik di word dan langsung dikirim ke e-mail dosen pengampu.

7. Psikologi Pendidikan Peserta Didik

Mata kuliah ini juga salah satu mata favorit saya, walaupun dosen pengampu mata kuliah ini tergolong dosen yang agak killer atau tegas lebih tepatnya. Pada mata kuliah ini, aturan dan kedisiplinan sangat-sangat di terapkan, dari segi pakaian, absensi maupun keterlambatan. Saya juga suka dengan materi-materi yang dosen pengampu ajarkan, sebab dari sini saya mulai mengetahui sedikit tentang bagaimana menghadapi dan meregulasi emosi dan juga menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan dan kelebihan yang berbeda-beda. Kita juga diajarkan tentang tahap-tahap perkembangan, perkembangan emosi, fisik dan mental peserta didik. Pada mata kuliah ini, juga saya sering mendapatkan nasehat-nasehat terutama tentang selflove atau mencintai diri sendiri. Bahkan ada satu nasehat yang sangat saya ingat yang beliau sampaikan bahwa “bagi proporsi cinta kalian kepada Tuhan 30%, kepada diri sendiri 25%, kemudian kepada orang tua 20%, baru kemudian sisanya kalian bagi lagi kepada pasangan, sahabat, teman dan sesama. Karena apa, ketika kalian bisa mencintai Tuhan dan diri sendiri, maka ketika kalian mengalami kegagalan atau keterpurukan dalam hidup, yang tak akan pernah meninggalkan kalian sendirian hanyalah Tuhan dan diri sendiri”

8. Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pada mata kuliah ini, kami sering menggunakan media pembelajaran via daring atau online, jika di hitung hanya satu kali pertemuan yang menggunakan media pembelajaran tatap muka. Hal ini dikarenakan dosen pengampu sering berada di luar kota karena diundang untuk menghadiri seminar di berbagai daerah di Kalimantan Barat ataupun di luar Kalimantan Barat. Pada mata kuliah ini, pembelajaran lebih banyak dilakukan dengam metode diskusi kelompok. Kelompok tersebut dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. Pada setiap satu kali pertemuan, hanya ada satu kelompok yang melakukan presentasi, tugas kelompok lainnya menjadi audience, dan pada saat sesi pertanyaan di buka, maka kelompok yang lainnya wajib mengajukan pertanyaan. Untuk tugas UTS dan UAS ditugaskan untuk membuat makalah dengan tema yang sudah di tentukan oleh dosen pengampu.

9. Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan ini jadwal mata kuliahnya di hari jumat jam 10.00 – 12.00. tapi karena hari jum’at dan bentrok dengan sholat jum’at maka mata kuliah ini dipindahkan menjadi pukul 08.00 – 10.00. Pada mata kuliah ini, pebelajaran di kelas diajar oleh asisten dosen pengampu mata kuliah, karena dosen pengampu mata kuliah yang utama sudah sepuh dan sakit. Jadi asisten dosennya lah yang menggantikannya mengajar di kelas. Pada mata kuliah ini, pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka karena lebih efektif dan efisien. Metode pembelajarannya sama dengan yang lainnya yaitu metode diskusi kelompok. Tapi bedanya, didalam satu kelompok hanya terdiri dari 3 orang saja, dan setiap kali pertemuan yang maju untuk presentasi biasanya 2 kelompok. Pembelajaran yang dilakukan oleh asisten dosen tersebut sangat santai, beliau juga sangat humble serta bisa memahami dan memaklumi mahasiswanya, baik dan suka mentolerir keterlambatan para mahasiswanya yang terlambat. Beliau bisa membuat pembelajaran santai namun serius. Beliau juga termasuk dosen yang bisa cepat kenal dan hafal terhadap nama mahasiswanya. Pada mata kuliah ini, juga tidak ada UTS, namun nilai UTS tersebut bisa di dapat dari nilai makalah dan nilai diskusi, sedangkan untuk UAS-nya, beliau sudah menyiapkan 5 soal yang harus kami kerjakan, soal tersebut sudah di berikan pada kami saat pertemuan ke-8, beliau memberikan waktu yang cukup lama untuk kami mengerjakan UAS tersebut, waktu yang panjang tersebut memang sengaja diberikan agar kami bisa menjawab UAS tersebut dengan baik, benar, maksimal dan sesuai dengan prosedur yang sudah beliau berikan. Pada saat pertemuan terakhir yaitu pada pertemuan ke-15, beliau memberikan kami kue sebagai bentuk syukuran atas tesisnya yang sudah di ACC sekaligus perpisahan atas berakhirnya pembelajaran selama semester kemarin.

Semester 4 ini banyak suka dukanya, 16 pertemuan yang terasa melelahkan sekaligus menyenangkan. Dari mulai tergesa-gesanya saat akan pergi ke kampus, terjebak macet, kehujanan bahkan kepanasan di jalan karena jarak tempuh rumah dan kampus yang sangat jauh sehingga memakan waktu kurang lebuh sekitar 1 jam, penolakan dari lokasi magang, harus menginap di rumah teman karena takut terlambat magang, laptop yang rusak saat UAS tinggal 1 bulan lagi, tidur yang tak nyenyak karena memikirkan tugas yang padat dan deadline yang singkat, makan yang tak nafsu karena sibuk mengerjakan tugas yang menumpuk, kabar duka cita saat sedang UTS dan banyak dari itu karena prosesnya yang terbilang lama. Jika ditanya jenuh atau tidak, jujur sudah pasti jenuh. Namun, lelah itu menyenangkan jika kita melakukannya dengan bahagia, juga penuh cinta. Mencintai sesuatu pun bukan berarti tidak pernah jenuh, mencintai sesuatu itu berarti sanggup menerima konsekuensi kejenuhan dan bisa lanjut menjalani. Karena rasa capek, lelah, jenuh, bosan dalam proses berjuang itu wajar. Tapi satu yang saya yakini bahwa “ without the process you will not know the special of an achievment, segalanya akan terasa manis pada waktunya”. Setiap orang memiliki kesulitannya sendiri, tidak ada maksud menceritakan kesulitan yang dialami karena pastinya banyak yang lebih sulit apalagi yang sudah berkeluarga atau bekerja. Ini hanya pepiling saja untuk diri sendiri, agar ketika saya nanti mengingat memori ini, dengan perjuangan yang tidak mudah dan tidak sebentar, saya harap, saya dimasa depan benar–benar menggunakan pelajaran yang di dapat dengan sebaik-baiknya. Terima kasih juga untuk diri sendiri yang selama ini telah bekerja keras dan melampaui dari apa yang dibayangkan, terima kasih karena sudah kuat untuk menghadapi segala hal serta berjuang dan bertahan hingga sejauh ini.

Last but not least, sedikit catatan untuk diri sendiri. Teruntuk diri yang sedang lelah-lelahnya berjuang, apakah kamu masih ingat saat kamu memulai? Seberapa takut kamu untuk mengambil langkah, bahkan tak bisa tidur karena takut gagal. Tapi lihat sekarang, kamu sudah melewati setengah dari perjalanan, hanya butuh kesabaran, keuletan, ketekunan, serta komitmen yang kuat untuk sedikit lagi kamu sampai dan selesai. Coba beri sedikit waktu untuk dirimu beristirahat, raga jiwanya pasti lelah. Jangan, jangan lihat pencapaian mereka, tidak akan ada habisnya jika diri terus membandingkan. Aku, kamu, kita punya rutenya masing-masing, dengan garis akhir yang masih samar dan kuyakini berbeda dan setiap orang juga memiliki cara tumbuhnya masing-masing. Untuk kedepannya, tetap semangat ya kita sedang tidak beradu cepat kok, nikmati prosesmu, hargai prosesmu, teruskan langkahmu, jangan patah apalagi berbalik arah, Allah bersamamu.

Sekian, setoreh kisah saya di semester 4 ini, semoga kakak-kakak dan abang-abang yang membaca kisah ini, bisa mengambil hikmah maupun pembelajaran dari cerita ini, semoga cerita yang sudah saya tulis dapat menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk para pembaca. Pesan saya untuk para mahasiswa yang sekarang sedang berjuang menyelasaikan study-nya, bahwa berjuang itu tak mesti berisik, mengejar tak mesti berlari, dan untuk di dengar tak mesti berteriak, berjuanglah sekeras mungkin dengan elegan; dengan diam dan tenang setenang air di permukaan.

Sampai jumpa di catatan perkuliahan saya di semester depan, semoga kita masih diberikan kelancaran, keseharan, keselamatan, kemudahan dalam menuntut ilmu dan menyelasaikan study kita, semoga kita juga bisa mengamalkan ilmu-ilmu yang sudah kita pelajari agar bisa bermanfaat untuk masyarakat dan kemaslahatan ummat. Semoga segala semoga segera tuhan beri, semoga senantiasa diberkahi. Selamat berjuang lagi, sampai bertemu di perjumpaan bahagia yang abadi yaa dear.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca setoreh kisah perjuangan saya di semester 4 ini.

See u on top !!!

Salam mahasiswa !!!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Kamis, 28 Juli 2022

UYUNUL MASAIL - HAID & ISTIHADHOH

 


NAMA :  NURUL HUDA DETALIA

NIM : 12001188

KELAS : 4E PAI

MATKUL : MEDIA PEMBELAJARAN (UAS)

DOSEN PENGAMPU : Drs. H. Fahrul Razi, M. Pd & Firmansyah, M. Pd


UYUNUL MASAIL

“HAID DAN ISTIHADHAH”


DEFINISI HAID

Secara bahasa, haid artinya MENGALIR. Secara syariat, haid adalah darah yang keluar dari farji (kemaluan) seorang wanita yang sudah mencapai usia 9 tahun hijriyah kurang sedikit, bukan disebabkan penyakit dan bukan disebabkan melahirkan.


SYARAT – SYARAT HAID

1. Darah keluar dari kemaluan perempuan yang mencapai usia minimal haid (usia minimal haid yaitu 9 tahun Hijriyah kurang 16 hari kurang sedikit atau 8 tahun Masehi lebih 8 bulan lebih 22 hari )

2. Darah yang keluar mencapai 1 hari atau 1 malam (bila keluar terus – menerus ) atau sejumlah 24 jam (bila terputus- putus ) dalam rentang waktu 15 hari

3. Keseluruhan darah tidak melebihi 15 hari (maksimal )

4. Darah keluar setelah masa suci 15  hari 


AYAT YANG MENJELASKAN TENTANG HAID

( ويسلونك عن الحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في الحيض ولا تقربوهن حتى يطهرن فإذا تطهرن فأتوهن من حيث أمرك الله إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين )

[ البقرة : ۲۲۲ ]

Artinya: Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, "Itu adalah sesuatu yang kotor."Karena itu jauhilah istri pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang yang menyucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)


SEJARAH HAID

Pada zaman jahiliah, haid dianggap sesuatu yang menjijikkan dan harus dipikul kaum wanita. Dimasa itu orang Yahudi mengusir istrinya ketika haid, tidak mau mengajak tidur dan makan bersama. Sementara orang Nasrani mempunyai kebiasaan menggauli istrinya di kala haid. Hal itu mendorong para sahabat seperti Usaid bin Hudloir, Abbad bin Bisyr, dan Tsabit bin Dahdah untuk menanyakan hukum haid, sehingga turunlah ayat tadi. Ayat di atas merupakan sebagai jawaban tentang hukum-hukum yang terkait dengan haid, di mana wanita harus diperlakukan sebagaimana mestinya. Tidak dijauhi, tidak pula digauli. 


HADIS YANG MENJELASKAN TENTANG HAID

حدثنا قتيبة حدثنا سفيان عن عبد الرحمن بن القاسم عن أبيه عن عائشة رضي الله عنها قالت دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم بسرف وأنا أبكي فقال ما لك أنفست قلت نعم هذا أمر كتبه الله على بنات آدم اقضي ما يقضي الحاج غير أن لا تعلوفي بالبيت وضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن نسابه بالبقر

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdurrahman bin Al Qasim dari Ayahnya dari Aisyah radhiallahu'anha dia berkata; Rasulullah saw menemuiku ketika berada di Sarif, sementara aku sedang menangis, lalu beliau bertanya, "Kenapa denganmu? Apakah kamu haid?" Jawabku, "Ya" beliau bersabda, "Ini adalah suatu perkara yang telah ditetapkan Allah atas para wanita anak Adam, lakukanlah sebagaimana yang di lakukan oleh orang-orang yang berhaji, namun kamu jangan melakukan tawaf di Ka'bah." Setelah itu Rasulullah saw berkurban untuk para istrinya dengan seekor sapi.

Selain menjelaskan bahwa haid sudah menjadi kodrat bagi setiap wanita, hadis tersebut juga menjadi dasar diharamkannya tawaf bagi wanita yang haid. Haid merupakan suatu bukti kesempurnaan bagi kaum wanita, karena biasanya wanita yang tidak mengalami haid maka ia tidak bisa hamil. Namun ada wanita istimewa yang dikhususkan oleh Allah SWT, putri tercinta Baginda Nabi Muhammad SAW yaitu Sayyidah Fathimah Az Zahra Al-Batul. Beliau satu-satunya wanita yang tidak pernah mengalami haid dan nifas. Oleh sebab itu beliau di juluki Az-Zahra yang artinya bercahaya.


TAHUKAH ANDA ???

KALAU HAID INI MEMPUNYAI NAMA YANG BANYAK. 

Nama nama tersebut dikumpulkan oleh sebagian Ulama ada 15 macam  :

1. Haid

2. Mahidl

3. Mahadl belajar.

4. Thomts

5. Ikbar

6. Thoms

7. Arok

8. Firok

9. Adza

10. Dhihk

11. Dirs

12. Diros

13. Nifas 

14. Qur'un

15. I'shor


Gaess !!!!! Ternyata yang mengalami haid itu bukan hanya manusia (perempuan) Iho.

Hewan juga mengalami hal tersebut. 

Berikut hewan hewan yang mengalami haid :

1. hiena

2. kuda

3. Kelinci

4. Unta

5. Anjing

6. Cicak

7. Kelelawar


BAGAIMANA HUKUM MEMPELAJARI ILMU HAID BAGI PEREMPUAN?

Hukum mempelajari ilmu haid bagi perempuan yaitu FARDLU 'AIN 

FARDLU 'AIN: sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap pribadi orang mukallaf, dan tidak dapat gugur kewajibannya walaupun orang lain telah melaksanakannya.

APA ALASANNYA?

Karena haid dialami langsung oleh wanita dan berhubungan erat dengan ibadah yang mereka lakukan, seperti sholat, puasa, thowaf, berhubungan suami istri dll. 


LALU BAGAIMANAKAH HUKUM BELAJAR HAID BAGI LAKI – LAKI 

Hukum mempelajari Haid bagi laki-laki adalah FARDLU KIFAYAH

FARDLU KIFAYAH adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh seluruh orang mukallaf, namun apabila sebagian orang telah melaksanakannya maka gugurlah kewajiban tersebut atas yang lain.

APA ALASANNYA??

Alasannya karena laki-laki tidak mengalami haid, namun ia perlu mengajari perempuan disekitarnya perihal ilmu ini.


SIFAT-SIFAT DARAH 

Yuk kita kenali 5 macam warna darah ini !!!

1. Hitam

2. Merah

3. Coklat

4. Kuning

5. Keruh

Selain warna, ternyata darah juga punya sifat-sifat seperti ini...

1. Kental

2. Cair

Terkadang juga...

1. Berbau

2. Tidak berbau


Untuk mengetahui seberapa kuat darahmu, kamu bisa mencatat warna dan sifat darah yang kamu keluarkan. Lalu jumlahkan sesuai rumus dibawah ini.

RUMUS NILAI WARNA DAN SIFAT DARAH

Warna/sifat Nilai

HITAM 5

MERAH 4

COKLAT 3

KUNING 2

KERUH 1


BERBAU 1

TIDAK BERBAU O 


KENTAL 1 

CAIR 0

CATATAN: Jika ada dua jenis darah memiliki poin sama, maka yang dianggap darah kuat adalah darah yang keluar lebih dahulu. Jika kita tahu berapa lama darah kuat dan lemah yang kita keluarkan, maka akan sangat berguna sekali saat kita mengalami istihadloh (keluar darah melebihi 15 hari).

PENTING !!!: Kalaupun tidak sempat mencatat warna dan sifat darah, setidaknya harus mencatat berapa lama haid dan sucimu, ya girls!!!


CONTOH 1

HITAM + KENTAL + BERBAU = (5) + (1) + (1) = 7 (KUAT)

MERAH + CAIR + TIDAK BERBAU =  (4) + (0) + (0) = 4 (LEMAH)


CONTOH 2

COKLAT + KENTAL + TIDAK BERBAU =  (3) + (1) +(0) = 4 (PALING LEMAH)

MERAH + CAIR + BERBAU =  (4) + (0) + (1) = 5 (LEMAH)

HITAM + CAIR + BERBAU = (5) + (0) + (1) = 6  (KUAT)


CONTOH 3

KUNING + KENTAL + TIDAK BERBAU (2) + (1) +(0) = 3 (PALING LEMAH )

MERAH + CAIR + TIDAK BERBAU (4) +(0) + (0)= 4 (PALING LEMAH )

COKLAT + KENTAL + TIDAK BERBAU (3) + (1) +(0) = 4 ( LEMAH)


NOTE:

Jika ada dua jenis darah yang memiliki poin yang sama maka yang dianggap kuat adalah darah yang keluar lebih dahulu (seperti contoh ke 3)


KAPANKAH KITA HARUS BERSUCI DAN MENGECEK BERHENTINYA DARAH KITA ???

Kita bisa mengecek apakah kita sudah suci dari haid atau belum di waktu-waktu berikut:

✓ Ketika mengganti pembalut (sebisa mungkin menjelang akhir waktu sholat) 

✓ Setiap hendak tidur malam 

✓ Menjelang kebiasaan sucinya 


HUKUM MENGECEK BERHENTINYA DARAH HAID

Hukum mengecek keluarnya darah adalah wajib untuk menghindari hal-hal yang diharamkan bagi wanita haid. Hal ini jika ada dugaan darah telah keluar berdasarkan kebiasaan, terasa keluar atau indikasi yang lainnya. Begitu juga merupakan kewajiban mengecek kembali ketika suci. Hal ini jika ada dugaan darah telah berhenti berdasarkan kebiasaan, terasa berhenti atau indikasi lainnya.


BAGAIMANA CARA MENGECEK SUCI YANG BENAR?

Untuk mengetahui darah sudah bersih atau belum hanya bisa dilakukan dengan cara :

Menempelkan semacam kapas ke kemaluan bagian dalam (daerah yang tidak tampak saat jongkok buang air). Jika pada kapas tersebut ada bercak (sekalipun hanya keruh) maka dihukumi belum bersih/suci menurut pendapat yang kuat. 


BAGAIMANA JIKA MASIH MELIHAT KUNING DAN KERUH?

Menurut pendapat yang lebih shohih dari beberapa qoulnya imam kita yaitu Imam Syafi'i mengatakan bahwa darah keruh dan kuning itu termasuk darah haid.

Karena Imam Bukhori meriwayatkan, sesungguhnya seorang perempuan diutus datang pada Sayyidah 'Aisyah ra. dengan membawa kain (yang didalamnya terdapat kapas yang ada darah kuningnya), maka Sayyidah 'Aisyah ra, mengucapkan, "Janganlah tergesa gesa untuk (mandi) suci, sehingga kamu melihat kapas itu putih bersih".

¬Namun kita bisa memakai pendapat ulama kontemporer di bawah ini * :

✓ Kuning dan Keruh yang keluar sebelum siklus haid hukumnya BUKAN HAID. 

✓ Kuning dan Keruh yang keluar bersambung dengan darah haid yang berwarna kuat (hitam, merah, coklat) maka dihukumi HAID.

✓ Kuning dan keruh yang keluar setelah suci dari haid maka hukumnya BUKAN HAID.

*Pendapat ini disampaikan oleh Maulana Syeikh Ali Jum'ah dan Syeikh Said Kamali.


MASA HAID

Masa Minimal Haid yaitu 24 jam/ sehari semalam

Masa Maksimal Haid yaitu 15 hari 15 malam

Umumnya Masa Haid 6 atau 7 hari 


Minimal suci yang memisahkan dua haid: 15 hari 15 malam

Maksimal suci yang memisahkan dua haid: Tak terbatas

Umumnya suci yang memisahkan dua haid: 23/24 hari 


BAGAIMANA CARA MENGHUKUMI DARAH YANG KELUAR LEBIH DARI 15 HARI?

Salah satu hukum mustahadloh: Perempuan yang sudah pernah haid dan suci (serta ingat adatnya), namun tidak bisa membedakan kuat lemahnya darah. Ketika mengalami pendarahan lebih dari 15 hari, maka jumlah hari haidnya disamakan dengan siklus haid terakhirnya. Sementara jam mulai haid dan sucinya juga disamakan dengan jam haid dan suci terakhir dalam siklus haidnya.

Siklus terakhir: 

KD 7 hari 

B 23 hari 

Siklus 30 hari

Kemudian : 

KD 20 hari

Hukumnya : 

KD 20 hari (7 hari Haid dan 13 hari Istihadloh)

Pendarahannya yang keluar melebihi siklus haidnya, maka haid dan sucinya pun disesuaikan dengan siklus terakhir, begitu seterusnya (selama belum ada bersih min. 15 hari).

CONTOH 

Siklus Terakhir

KD 9 hari: Haid (mulai jam 14:00, dan Suci jam 16:00)

B 26 hari : suci

Kemudian 

KD 40 hari, 

Hukumnya: 

9 hari Haid (sampai jam 16:00), 26 hari Istihadloh (sampai jam 14:00), 5 hari Haid


Perempuan yang mengalami keluar darah lebih dari 15 hari 15 malam disebut MUSTAHADLOH

Kebanyakan kaum perempuan jika mengalami menstruasi lebih 15 hari 15 malam, mereka menganggap haidnya 15 hari, dan selebihnya istihadloh. Anggapan ini TIDAK TEPAT.

Hukum yang benar ketika terjadi pendarahan lebih dari 15 hari, maka langsung dikembalikan pada salah satu dari 7 macam istihadoh. 


SIKLUS HAID

Siklus haid = Jumlah masa haid + suci.

misal, Perempuan yang haid 7 hari dan suci 23 hari, maka siklusnya : 30 hari.

Siklus haid setiap wanita bisa berbeda (tergantung lama haid dan sucinya), sehingga datangnya haid tidak terbatas dengan tanggal dan bulan. Haid memang biasanya terjadi setiap bulan, namun juga ada yang mengalami haid sekali dalam dua bulan atau lebih. Bahkan ada juga yang mengalami dua kali haid dalam satu bulan.

CONTOH 1:

KD 5 hari: Haid

B 15 hari : Suci 

Siklusnya 20 hari : 5 hari haid dan 15 hari suci. (Dalam sebulan, bisa mengalami haid dua kali.)


CONTOH 2 :

KD 7 hari: Haid

B 53 hari : Suci

Kemudian keluar darah lagi.

Siklusnya 60 hari : 7 hari haid dan 53 hari suci. (Dalam dua bulan, hanya mengalami haid sekali.)


Mandinya Mustahadloh 

✓  Perempuan yang mengalami pendarahan melebihi 15 hari, maka mandinya usai 15 hari (di hari ke-16).

Mengapa menunggu 15 hari ?

Sebab dia tidak tahu dirinya mengalami istihadlah sebelum darah itu melewati 15 hari (jika darah keluar terus menerus). Jika darahnya tidak keluar terus menerus atau terputus maka:

1. Jika darah berhenti dan sudah mencapai minimal haid (24 jam), maka wajib mandi dan melaksanakan rutinitas ibadah. Begitupun saat darah keluar lagi, maka ia wajib menghindari hal-hal yg diharamkan bagi perempuan haid. Hal ini berlangsung seterusnya selama masih dalam lingkup 15 hari (maksimal haid). 

2. Jika darah berhenti sebelum mencapai total 24 jam maka ia cukup membersihkan darah yg keluar, istinja' dan wudlu bila ingin melaksanakan rutinitas ibadahnya. Bila darah keluar lagi, kemudian berhenti, dan sudah mencapai 24 jam terhitung dari awal keluar darah, maka wajib mandi.


✓ Jika melewati siklus kedua dari wanita yang istihadlah (darahnya terus menerus), maka langsung mandi setelah adat sebelum istihadloh (tidak perlu menunggu usai 15 hari).

Mengapa tidak menunggu 15 hari?

Sebab dia sudah tahu kalau dirinya mengalami istihadlah sebagaimana pada siklus pertama. Dan jika setelah mandi ternyata darahnya berhenti, maka wajib mandi lagi, demikian seterusnya (wajib mandi) setiap bersih sebelum mencapai 15 hari.

Mengapa diwajibkan mandi setiap darah berhenti (sebelum 15 hari)?? 

Karena mungkin saja itu akhir mengeluarkan darah dan pada siklus kedua ini semuanya dihukumi haid, sehingga mandi yang dilakukan sebelumnya tidak sah sebab dilakukan pada saat sedang haid.

KESIMPULANNYA KETENTUAN MANDI BAGI MUSTAHADLAH ITU ADA 3:

1. Siklus (bulan) pertama istihadlah mandinya harus menunggu setelah hari ke 15. Jadi dia Wajib mengqada shalat yang ditinggalkan di selain haidnya (ketika darah dihukumi istihadloh).

CONTOH:

AH: 7 hari

AS: 23 hari 

Siklus 30 hari

KD 25 HARI 

MAKA HUKUMNYA :

Haid 7 hari

Istihadloh 18 hari

Mandi usai hari ke 15. Qodlo sholat 15-7 = 8 hari

2. Selain siklus pertama (siklus kedua, ketiga dst.), mandi usai darah yang dihukumi adat I haidnya. Dan langsung shalat.

CONTOH:

AH: 6 hari AS: 24 hari Siklus 30 hari

KD 60 hari

MAKA HUKUMNYA

Siklus pertama : 

6 hari haid

24 hari istihadloh

Mandi wajib usai hari ke 15. Qodlo sholat : 9 hari


Siklus kedua

6 hari haid (usai hari ke 6 wajib langsung mandi besar) 24 hari istihadloh.


3. Hal tersebut berlaku pada semua siklus, asalkan keluar darah pada tiap awal siklus belum melebihi 15 hari

CONTOH:

Ah: 5 hari As: 25 hari Siklus 30 hari

KD 45 hari

MAKA HUKUMNYA

Siklus 1

5 hari haid, 25 hari istihadloh Mandi usai hari ke 15.


Siklus 2

Masih sisa 15 hari.

Maka 15 hari haid semua. Namun ia wajib mandi usai hari ke 5 dan usai hari ke 15.


HUKUM BERSIH DI SELA – SELA DARAH HAID


Syarat

• KD + B + KD = totalnya tidak lebih dari 15 hari 

• Darah keluar minimal 24 jam

Contoh 

KD 5 hari

B 3 hari

KD 3 hari

Bagaimana hukumnya ???

Terdapat perbedaan pendapat dalam menghukumi bersih di sela – sela darah haid

Qaul Sahbi 

Hukum sholat dan puasa saat hari bersih diantara darah :

• tidak sah salat dan puasanya

• Tidak wajib qodho sholat

• Wajib qodho puasa


Qaul Laqthi 

Hukum sholat dan puasa saat hari bersih diantara darah :

• Sah salat dan puasanya

• Tidak wajib qadha sholat dan puasanya


Contoh :

✓ Qoul Sahbi

KD = 5 Haid

B = 3 Haid

KD = 3 Haid


✓ Qoul Laqthi 

KD = 5 Haid

B = 3 suci

KD = 3 Haid


NB :

1. Pendapat yang mu’tamad ( kuat ) adalah pendapat sahib

2. dalam pembahasan masalah nikah ada hubungan dengan qoul laqthi. Bahwa qoul ini tidak bisa dijadikan pedoman untuk masa iddah.


MASA SUCI

Minimal suci yang memisahkan antara 2 haid adalah 15 hari & maksimalnya tidak terbatas. Bila masa suci kurang dari 15 hari maka ada 2 kemungkinan.

1.b. Darah kedua keluar dalam masa 15 hari, terhitung sejak keluar darah pertama, maka hukumnya : Bila darah kedua tidak melebihi 15 hari maka keseluruhan darah pertama, masa berhenti dan juga darah kedua dihukumi haid.

Rumus

KD pertama + B + KD kedua = Tidak lebih dari 15 hari

Maka semua dihukumi haid jika suci setelahnya mencapai 15 hari atau lebih


Contoh 

KD 5 hari + B 3 hari + KD 5 hari  = 13 hari 

Maka 13 hari ( termasuk suci 3 hari ) dihukumi haid semua menurut qoul sahib

 

1.b. bila sebagian darah keluar melebihi 15 hari, maka :

Dia di hukumi layaknya orang yang mengeluarkan darah terus menerus dan melebihi 15 hari. 

Rumus

KD pertama + Haid = kurang dari 15 hari

Contoh

AH : 10 Hari

AS : 8 hari

Siklus : 38 hari

KD 6 hari ( haid)

B 6 hari ( suci)

KD 6 hari ( istihadhoh)


2. Darah kedua keluar di luar masa 15 hari terhitung sejak keluar darah pertama, maka masa sucinya digenapkan menjadi 15 hari. Lantas, jika darah masih keluar, dihukumi haid kedua bila memenuhi syarat – syaratnya.


Rumus

KD pertama + B = 15 hari atau lebih


Contoh 1 

KD 10 hari ( haid )

B 7 Hari ( suci )

KD 8 hari ( istihadhoh penyempurna suci )

Maka, darah pertama tentu dihukumi haid dan darah kedua dihukumi istihadhoh sebagai penyempurna suci.

Contoh 2 

KD 11 hari ( haid)

B  12 hari ( suci )

KD 9 hari ( 3 hari istihadhoh penyempurna suci, 6 hari haid )

Maka, darah pertama dihukumi haid dan sebagian darah kedua ( 3 hari ) dihukumi istihadhoh sebagai penyempurna suci  kemudian sisanya 6 hari dihukumi haid kedua. 


Qodho Sholat Saat Datangnya Haid

⚫ Bagi selain daimul hadats: jika datangnya haid dalam waktu sholat dan telah melewati jarak waktu yang cukup digunakan untuk sholat seringan mungkin sementara ia belum melaksanakannya maka sholat tersebut wajib di qodho. contoh masuk waktu dzuhur jam 12.00, kemudian pada pukul 12.05 dia haid sedangkan dia belum sholat dhuhur maka wajib qodho sholat dhuhur.

⚫ Bagi daimul hadats: jika datang haid dalam waktu sholat dan telah melewati jarak waktu yang cukup digunakan untuk sholat dan bersuci sementara ia belum melaksanakannya maka sholat tersebut wajib di qodho. Contoh masuk waktu dzuhur jam 12.00 kemudian jam 12.15 menit dia haid sedangkan dia belum sholat dhuhur maka wajib qodho sholat dhuhur.


Qodho Sholat Saat Berhentinya Haid

⚫ Saat berhentinya haid dalam waktu sholat dan masih tersisa waktu yang cukup digunakan untuk takbir maka sholat tersebut wajib diqodho. Contoh masuk waktu asar jam 15.00 dan jam 14.59 darah berhenti maka wajib qodho sholat dhuhur.

⚫ Jika tersisa waktu yang cukup digunakan bersuci dan sholat maka tentunya wajib sholat saat itu juga (tidak boleh ditunda), Bila darah berhenti disaat waktu asar atau isya maka yang wajib diqodho bukan hanya asar atau isya saja melainkan juga sholat sebelumnya yang bisa dijama (bila berhenti waktu asar maka wajib sholat asar dan qodho duhur, bila berhenti waktu isya maka wajib sholat isya dan qodho maghrib ).


NB - SINGKATAN

*AH : Adat Haid

*AS : Adat Suci

KD : Keluar Darah

B : Berhenti

S : Suci


*Adat memang artinya ‘kebiasaan’ tapi AH dan AS yang dimaksud adalah siklus haid terakhir, bukan ‘biasanya'.


" Mempelajari ilmu haid pada wanita memang tidak mudah, tapi apabila kita sudah mempelajari ilmu fardlu'ain maka sudah gugurlah kewajiban fardlu'ain kita. Apakah sudah paham keseluruhannya atau tidak, keputusan bukanlah ditangan kita. Tugas kita adalah belajar. Tidak paham, belajar lagi, tidak paham juga, terus belajar lagi dan seterusnya. Sehingga suatu saat Allah memberikan kita futuh dan kita menjadi paham" . (Ning Sheila Hasina Zamzami Lirboyo)


REFERENSI

Kitab Al-ibanah walifadhah hal 20

Tafsir Qurthubi juz 3 hal 80 – 82 maktabah syamilah

Kitab risalatul Mahidh, Al-Falah Ploso Kediri hlm 2

Kitab Ahkamutthoharoh hal 8

Mabadi juz 3 hal 6

Bajuri juz 1 hal 113

Dan mereka bertanya kepada kamu tentang haid, karya kyai Nurhasyim, jilid 2, hal 13

Kitab Tuhfatul Muhtaj Bi Hamisy Hawaasy As-Syarwani Juz 1 Hal 421 Cetakan Dar Al-Fikr.

Kitab At-Tamhid Fi Takhrijil Furu'i Alal Ushul Hal 66 Cetakan DKI

Kitab Kifayatul Akhyar Hal 441 DKI

Ibanah Wal Ifadhoh Sayyid Abdurrahman bin Abdullah Assegaf Halaman 31

Refrensi kitab al-ibanah wal ifadhoh hlm 23

Refrensi kitab al-ibanah wal ifadhoh hlm 23

Kitab an-nibros hal 23





Minggu, 13 Maret 2022

Pengalaman perkuliahan daring semester 3

 Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Haiii sahabat blogger, apa kabar? Semoga sehat selalu ya.

Halo kakak- kakak dan abang-abang mahasiswa! Bagaimana dengan kuliah daringnya, tentunya masih & harus tetap semangat bukan?!

Kembali lagi dengan saya Nurul Huda Detalia.

Tak terasa sudah lama saya tak menulis cerita di akun blogger saya ini, sebab terlalu disibukkan oleh kuliah dan juga kegiatan keseharian saya. Di blog kali ini saya akan menceritakan secercah kisah dan pengalaman saya selama menjalani perkuliahan daring di semester 3 ini. Selamat membaca. Hihi

Tak terasa semester genap 2021 / 2022 sudah berlalu, kini semester ganjil telah dimulai, selama dua semester menjelang 3 semester menjalani kuliah sudah pasti banyak hal-hal terjadi, banyak pengalaman baru yang dirasakan dan banyak pembelajaran yang didapatkan. Pada akhir September 2021 kemarin, saya sudah sah menjadi mahasiswa semester 3, setelah sebelumnya menjalani proses pembelajaran di semester 1 dan 2. Proses pembelajaran di semester 3 ini masih sama dengan semester 1 dan 2 kemarin, yaitu sama-sama masih menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau biasa juga disebut dengan pembelajaran online (daring). Pembelajaran online memang satu-satunya cara agar proses pembelajaran tetap berjalan di masa pandemi seperti ini. Di semester 3 ini saya mengambil 9 mata kuliah dengan jumlah SKS 22.

Minggu pertama, 4 Oktober 2021

Tepat pada hari Senin di tanggal 4 Oktober 2021 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan terutama di Jurusan Pendidikan Agama Islam memulai hari pertama pembelajaran. Kali ini pembelajaran masih dan sepertinya akan tetap dengan menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ) atau masyarakat lebih mengenalnya dengan sistem belajar daring atau belajar via online. Hari ini adalah hari pertama saya memulai hari meneruskan perjalanan sebagai mahasiswa di semester 3 yang sebenarnya sudah mulai jenuh dengan pembelajaran daring, mengingat sudah lebih satu tahun kami tidak pernah merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku kuliah, tidak pernah merasakan bagaimana suasana kelas kami, tidak pernah juga merasakan dan memanfaatkan fasilitas kampus, dan belum pernah juga bertatap muka dan bersua dengan teman-teman sekelas, bercanda ria, mengerjakan tugas bersama atau sekedar makan siang bersama di kantin kampus. Belum lagi terdengar kabar bahwa mahasiswa baru semester satu melakukan pembelajaran tatap muka di kampus sedangkan kami harus tetap belajar lewat daring, ada terbersit di hati sedikit kecemburuan sosial melihat mereka yang bisa kuliah dan dapat merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku perkuliahan, sedangkan kami hanya bisa duduk dan belajar dari rumah masing-masing. Tapi ya sudahlah ingin komplain pun tidak akan ada gunanya, mengeluh dengan keadaan pun rasanya percuma karna memang keadaan seperti ini tidak bisa diapa-apakan lagi selain diterima, dijalani dan disyukuri meskipun berat dan jenuh dan bosan dalam menjalani kehidupan ini. Entahlah, mungkin makin dewasa makin menjadi lebih realistis dalam menjalani hidup. Menikmati segala yang sudah ditakdirkan oleh-Nya. Setiap ada masalah yang hadir tentu harus dihadapi. Jika hanya mengeluh saja rasanya percuma. Lebih baik sedikit demi sedikit belajar menerima keadaan. Cukuplah memohon kepada Allah sebaik-baik penolong. Agar senantiasa diberi kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi setiap cobaan. Tidak lupa untuk meminta diberikan hati yang lega dan kuat. Sebab, mendapatkan ketenangan hati adalah salah satu hak yang istimewa.

Di minggu pertama perkuliahan ini kami tidak langsung memulai pembelajaran, pertemuan di minggu pertama ini banyak di isi dengan kegiatan ta’aruf (perkenalan) antar dosen dengan mahasiswa maupun mahasiswa dengan mahasiswa lainnya agar lebih memudahkan dosen untuk mengenal mahasiswa nya, karena kurang afdhol rasanya jika tidak ada kegiatan permulaan seperti perkenalan, karena seperti pepatah lama mengatakan “ tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka harus ta’arufan (kenalan)”, selain kegiatan ta’arufan, juga di isi dengan penyampaian kontrak belajar oleh dosen, sistem dan rencana pembelajaran yang akan dijalani selama 15 pertemuan ke depan, serta sistem penilaian dan tugas-tugas yang harus dipenuhi.

Setelah menjalani perkuliahan selama seminggu ini, dan sudah mengetahui semua sistem pembelajaran dari masing-masing mata kuliah dengan dosen yang bervariasi, kemauan dan penugasannya yang rasanya akan cukup berat menjalani semester 3 ini. Tugas kelompok dan tugas individu yang sepertinya akan banyak sekali, dengan tingkat kesulitan tugas yang tak sama seperti tugas-tugas di semester kemarin, banyak tugas-tugas besar yang pastinya akan banyak menyita pikiran, konsentrasi dalam setiap proses pengerjaannya. Dosen yang semakin ribet dengan tugas yang pastinya akan menumpuk dan bervariasi membuat semangat yang awalnya full penuh menjadi kian menipis padahal baru mengawali langkah tapi rasanya untuk mencapai ujung garis finish di semester 3 ini sangat susah. Tapi ini masih prasangka awal, mungkin setelah nanti dijalani dari hari demi hari mungkin semuanya akan baik-baik saja dan saya akan sampai di garis akhir dengan hasil akhir yang baik atau kalau bisa sempurna. Saya mengutip perkataan seorang Syaikh terkenal di Timur Tengah tentang berhusnudzan ( berprasangka baik) terhadap apa-apa yang sudah menjadi takdir hidup kita, "untuk ke dua kalinya, ketiga kalinya, dan ke sekian kalinya.. jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi, jangan berkhayal, jangan bayangkan, dan jangan berprasangka buruk.. alihkan fikiran dan ketakutanmu dari hal-hal yang tak engkau ketahui.. karena itu adalah urusan Allah dan hanya la yang mengetahuinya.. Dan ketahuilah bahwa ketika turun ujian dan cobaan, maka "kebaikan dan kelembutan Allah" akan turun bersamanya ketika engkau membayangkan cobaan sebelum terjadinya maka engkau telah mendatangkannya sendiri tanpa lutf (kelembutan) dari Allah dan engkau akan menghancurkan jiwamu sendiri.. maka wajib bagimu meyakini bahwa engkau memiliki Tuhan yang Maha mengatur segala urusanmu, jadi tenangkanlah hatimu dengan-Nya, pasrahkan semua urusanmu pada-Nya, dan teruslah berbaik sangka kepada Nya "[Syeikh Mutawalli Sya'rawi. Jadi, ”Bismillah wahai diri, walaupun terlihat sulit dan sangat menantang kita pasti bisa melewati ini, ayo semangat wahai diri, kita berjuang lagi, untuk kali ini kita harus lebih giat lagi, jangan malas-malasan lagi, kesempatan dan waktu ini tak akan terulang dua kali, ayo terus asah dan manfaatkan potensi diri, ayo berproses dan bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik lagi”. Begitu asupan nutrisi semangat yang saya lakukan agar saya bisa kuat melewati perjalanan kuliah di semester 3 ini sebagai bentuk selflove dan selfcare untuk diri sendiri, semoga saja kedepannya bisa sesuai dengan apa yang saya harapkan di masa kini. Aamiin.

Review mata kuliah di semester 3 dan juga sedikit pengalaman saya.

Hadist Tarbawi

Mata kuliah Hadist Tarbawi ini jadwalnya pada hari Senin jam 12:30-14:40 atai 3 SKS. Dosen yang mengampu mata kuliah ini pernah juga mengampu mata kuliah Ilmu Kalam di Semester 2 kemarin. Sehingga saya tak perlu susah beradaptasi ulang dengan beliau, sebab saya sudah mengetahui ciri khas dari sistem pembelajaran beliau. Beliau lebih suka pembelajaran dengan menggunakan sistem belajar kelompok dan diskusi, pada awal pertemuan pertama beliau sudah menyiapkan silabus yang di dalamnya sudah memuat bab-bab yang harus di diskusikan, beliau juga menginstruksikan untuk membuat kelompok yang beranggotakan tiga orang, serta tak lupa juga beliau menyuruh membuat makalah sesuai materi kelompok kita, satu kali pertemuan kami akan mendiskusikan satu bab materi saja. Setelah pemateri memaparkan hasil makalah yang telah mereka buat maka pada sesi tanya jawab kelompok yang lain sebagai audience di wajibkan untuk bertanya sebagai perwakilan kelompok masing-masing. Dalam satu pertemuan biasanya akan menampung 13 pertanyaan. Saat kelompok saya mendapat giliran menjadi pemateri tentang Akhlak Mulia sebagai tujuan pendidikan Al-Qur’an, pertanyaan yang diajukan para audience sebenarnya banyak yang keluar dari tema yang di diskusikan, tapi mau tidak mau kami harus bisa menjawab dengan tepat agar tidak ada lagi sanggahan atau pertanyaan susulan. Awalnya saya kerepotan karena anggota kelompok saya ada yang tiba-tiba meninggalkan diskusi sebab jaringan selulernya tiba-tiba hilang, walhasil tertinggal saya dan satu orang teman saya sebagai pemateri di forum diskusi tersebut, menjawab 13 pertanyaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda benar- benar membuat kami pusing, bagaimana tidak pertanyaan yang diluar konteks materi dan juga jawabannya tidak kami ketahui sehingga mengharuskan kami untuk berselancar di google untuk mencari jawaban yang pas agar si penanya bisa puas dengan jawaban kami. Dan Alhamdulillah mereka selalu puas dengan jawaban yang kami berikan, entahlah mereka benar-benar puas dan paham atas apa yang kami sampaikan atau hanya sekedar formalitas belaka agar perkuliahan bisa segera usai. Setelah sesi diskusi kami selesai dosen pengampu selalu memberikan review materi yang sudah di diskusikan terkadang juga beliau memberikan penjelasan ulang terhadap pertanyaan para audience yang jawabannya kurang tepat. Tak sampai disitu, tugas lainnya masih ada, nah setelah dosen pengampu selesai me-review pembelajaran dan diskusi maka giliran tugas individu yang menunggu, tugasnya adalah kita diwajibkan memberikan kesimpulan dari hasil diskusi kelompok tersebut melalui voice note (pesan suara) yang dikirim di grup WhatsApp, tugas ini juga dijadikan sebagai bukti absensi bahwa kita hadir dalam perkuliahan tersebut. Selain tugas memberikan kesimpulan, ada juga tugas lainnya yaitu tugas menghafal satu hadis yang sesuai dengan materi pembelajaran, hafalan hadis tersebut akan disetorkan di akhir pembelajaran sebelum pembelajaran di hari tersebut usai. Dan untuk tugas Ujian Akhir Semester nya dosen pengampu mata kuliah Hadist Tarbawi ini memilih untuk melakukan ujian secara lisan, beliau akan menguji kembali hadist yang telah kita hafal sebelumnya. Ujian lisan yang seperti ini benar-benar membuat spot jantung berdetak tak karuan, kualitas ingatan dan hafalan kita benar-benar di uji di pertemuan terakhir pembelajaran ini, dosen pengampu mata kuliah ini hanya memberikan waktu 10 detik untuk kita berpikir. Huuh ujian yang benar-benar menguji adrenalin, bukan?!. Terlalu lama berpikir maka akan di skip dan dianggap gagal dalam ujian tersebut. Tapi, Alhamdulillah saya bisa menjawab pertanyaan dosen pengampu dengan cepat dan tepat walaupun menjawab dengan sedikit keraguan, tremor dan juga nervous, padahal ujiannya via online tapi masih saja deg degan tak menentu apalagi jika ujiannya offline entah bagaimana nervous nya.

Administrasi dan supervisi pendidikan.

Setelah pembelajaran hadis Tarbawi selesai, jadwal mata kuliah selanjutnya adalah mata kuliajh Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Mata kuliah ini membahas tentang administrasi, manajemen sekolah, sarana prasarana sekolah, kurikulum dan sebagainya. Pada pertemuan pertama pembelajaran dosen pengampu memilih metode pembelajaran dengan sistem pembelajaran diskusi dan kelompok, namun satu kelompok hanya beranggotakan 2 orang saja, karna berhubungan banyak materi yang harus di bahas, sehingga diperlukan banyak kelompok, sistem diskusi nya sama seperti diskusi yang lain, ada penyampaian materi, sesi tanya jawab. Dan untuk memudahkan penyampaian materi kami diwajibkan membuat makalah beserta juga dengan power pointnya agar penyampaian materinya bisa lebih ringkas, mudah di pahami dan juga terstruktur. Dan ya walaupun tugas kelompok tapi ibu dosen menyuruh kami untuk masing-masing membuat makalah dan power point yang berbeda, tugas kelompok serasa tugas individu jadinya. Belum lagi ada tugas lain yaitu dengan selalu membuat resume materi di setiap diskusi pertemuan. Tak seperti kebanyakan tugas lain yang penugasannya di ketik dengan aplikasi Microsoft word, di mata kuliah ini kami diwajibkan untuk menulis di buku catatan, tulis tangan tanpa ketik. Dan tugas ini akan diperiksa setelah Ujian Akhir Semester nanti. Tujuan penugasan dengan sistem yang seperti ini agar mahasiswa bisa lebih rajin lagi dalam membaca, dan ada usaha tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, tak hanya bisa copy paste di Internet semata. Namun, karena malas dan terlalu meremehkan tugas saya sering sekali menunda-nunda pengerjaan tugas ini, dengan alasan pengumpulan dan pemeriksaan tugas akan dilaksanakan di Akhir Semester nanti jadi bisa dikerjakan nanti. Namun, apakah yang terjadi? ternyata ohh ternyata setelah pembelajaran berjalan 8 minggu dan waktunya untuk Ulangan Tengah Semester, ternyata ada instruksi dari ibu dosen bahwa tugas resume juga dikirim bersamaan dengan jawaban dari soal UTS. Benar-benar syok mendengar instruksi dari ibu tersebut, karna saya masih belum selesai meresume materi, masih banyak yang belum saya tulis, deg degan, panik dan juga pusing sudah menjadi satu rasanya. Cepat-cepat saya mengerjakan tugas UTS dan juga menulis resume dengan tulisan yang acak-acakan karena deadline waktu yang diberikan sempit sedangkan tugas saya masih jauh dari kata selesai. Walhasil pengerjaannya ya apa adanya seperti ini, tidak maksimal, pun tidak enak dipandang karena terburu-buru, dan kalian tahu saya menyerahkan tugas tersebut h-1 jam sebelum waktu deadline itu habis. Jangan di tiru yaa dear, cukup saya yang merasakan kalut dan paniknya seperti ini kalian jangan, okee hehe. Kalau bisa setiap ada tugas langsung dikerjakan, jangan menunda dan jangan suka meremehkan tugas, sebab tugas itu semakin dibiarkan akan semakin beranak pinak, kalau tidak dikerjakan sekarang nanti malah tambah banyak dan ujung-ujungnya kalian keteteran dan capek sendiri ngerjainnya dan ya satu lagi mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa itu hasilnya tidak akan baik, hasilnya tidak akan maksimal, jadi untuk jaga-jaga lebih baik cepat dikerjakan tugas yang ada.

Sejarah Peradaban Islam

Jadwal mata kuliah ini adalah hari selasa di jam 07:00 sampai pukul 09:40. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang cukup santai dan dosen pengampu mata kuliah ini pun pernah mengajar juga di semester dua kemarin. Di mata kuliah ini kami lebih sering mengerjakan tugas individu, hampir tak pernah absen setiap pertemuan pasti akan ada tugas individu yang diberikan. Tugasnya tak terlalu sulit, terkadang hanya disuruh membuat resume materi dari materi yang sudah ibu jelaskan, terkadang juga mengomentari blog milik ibu dosen pengampu mata kuliah ini yang isinya tentang materi-materi perkuliahan sejarah peradaban islam ini. Dosennya baik dan juga tidak terlalu killer, beliau tak terlalu menuntut mahasiswanya untuk mengerjakan tugas yang beliau berikan, jika ingin dikerjakan silahkan jika tidak pun silahkan, tidak ada tuntutan sama sekali. Eitts tapi jangan senang dulu, jangan berpikiran bahwa yang seperti ini enak ya, karna setiap sesuatu itu pasti ada pengecualiannya, jika tidak mengerjakan tugas otomatis tidak bisa dikatakan hadir, ini otomatis kita tidak akan mendapatkan nilai dan juga absensi kita akan bermasalah dan ujung-ujungnya kita bisa saja tidak lulus di mata kuliah ini dan akan mengulang lagi mata kuliah ini di semester berikutnya untuk memperbaikinya. Menurut ibu dosen saya ini, beliau tidak mau lagi terlalu mengatur mahasiswanya, berkoar-koar tugas harus diselesaikan, karena kami dengan gelar mahasiswa sudah pasti tau apa-apa kewajiban yang harus kami kerjakan, sebagai mahasiswa kami juga tentu tau bagaimana tanggung jawab terhadap tugas yang ada, tentunya bisa mengatur dan memanajemen waktu dengan baik, menurut beliau kami ini sudah mahasiswa bukan anak SD lagi yang harus diingatkan terus menerus, kami ini pikirannya sudah dewasa, tau mana yang harus diprioritaskan mana yang tidak, tau dengan kewajiban dan tanggung jawab yang ada , jika malas mengerjakan tugas kenapa harus capek-capek memilih untuk kuliah, jika tak ingin pusing dan lelah dengan tugas sudah jangan kuliah saja. Begitu sedikit kultum dari beliau waktu itu.

Ilmu Pendidikan Islam

Jadwal mata kuliah ini yaitu setalah mata kuliah sejarah pendidikan usai. Di mata kuliah ini sama dengan mata kuliah kebanyakan yang sistem pembelajaran atau metode pembelajarannya dengan diskusi. Diskusi ini dilakukan di WhatsApp group dan sesekali juga dengan menggunakan via google meeting agar tidak bosan dan bisa bertatap muka walaupun tak secara langsung. Mata kuliah ini adalah mata kuliah dengan sistem paling simple diantara sembilan mata kuliah di semester 3 ini. Yaa seperti diskusi pada umumnya akan ada penyajian materi dan juga ada sesi tanya jawab, setelah sesi tanya jawab selesai maka dosen pengampu akan mereview materi yang sudah disampaikan atau terkadang hanya mengomentari isi makalah atau tampilan PPT yang dirasa kurang menarik. Setelah itu ya pembelajaran selesai, kami disuruh absensi di google form yang sudah disediakan, absensi tersebut berisi nama, NIM, dan juga sedikit kesimpulan, kesan, komentar, atau sanggahan terhadap perkuliahan pada hari itu. Di mata kuliah ini dosen benar-benar tidak merepotkan mahasiswanya, tidak ada tugas harian, mungkin beliau paham bagaimana rasanya menjadi mahasiswa yang tugasnya tak hanya di satu mata kuliah saja tapi terkadang hampir seluruh mata kuliah ada tugasnya, oleh karena itu beliau tidak ingin menambah beban tugas para mahasiswanya. Andai semua dosen punya pemikiran yang seperti ini, hihi.

Filsafat Pendidikan Islam

Di hari rabu siang adalah jadwal pembelajaran mata kuliah filsafat pendidikan Islam. Mata kuliah ini berbeda dengan mata kuliah yang lain, sebab dosennya ketika menerangkan materi kebanyakan menggunakan bahasa Inggris, termasuk powerpoint yang beliau sajikan menggunakan bahasa Inggris di mata kuliah ini kita menggunakan aplikasi belajar Google meet, di mata kuliah ini kami lebih banyak mendengarkan penjelasan materi ketimbang mengerjakan tugas, tugas hariannya hanya meresume apa yang sekiranya penting untuk di tulis, sebab menurut beliau dengan menulis lah ilmu itu bisa awet, sebab ada hadis yang mengatakan bahwa “ikatlah ilmu itu dengan tulisan(mencatat)”, dengan kita mencatat mungkin ilmu yang sekiranya kita lupa bisa diingat kembali setelah kita membaca ulang catatan tersebut.

Psikologi Pendidikan

Jadwal mata kuliah ini adalah setelah mata kuliah filsafat pendidikan islam. Media pembelajaran di mata kuliah ini adalah dengan menggunakan via WhatsApp group dan juga sesekali menggunakan google meet, media pembelajaran yang bervariasi ini dilakukan agar tidak bosan. Pada mata kuliah ini tugasnya sama seperti mata kuliah lain yaitu meresume, tapi bedanya pada mata kuliah ini kita di suruh membuat resume buku perbab dalam satu Minggu dan resume ini dikumpulkan di setiap kali pertemuan. Tapi untungnya resume materinya dikumpulkan dalam bentuk word bukan tulis tangan, kalau di tulis tangan bisa dipastikan tangan akan keriting menulisnya, bacaan dalam satu bab itu bukan sedikit, pembahasannya panjang juga banyak. Karena pengumpulannya lewat word terkadang saya langsung copy paste saja dari buku agar cepat selesai. Kalau ada jalan yang simpel kenapa harus yang ribett bukan. Haha sikap toxic seperti ini tidak untuk di tiru yaa dear hehe.

Pengembangan Materi Dasar PAI

Kamis manis, di hari kamis ini lah jadwal mata kuliah pengembangan dan materi dasar PAI. Di mata kuliah ini kami selalu dan selalu menggunakan aplikasi kuliah google meet untuk proses pembelajaran dan juga menggunakan e-learning IAIN Pontianak untuk kami mengumpulkan tugas. Hari kamis pagi adalah hari dimana kami tak pernah alpa mendapat kultum di pagi hari. Entahlah ada saja yang salah, misalnya karna ada yang telat masuk kelas lah, ada yang tidak masuk kelas lah, atau pada saat diabsensi ada saja yang tak menjawab panggilan ibu, dan yaa satu lagi yang terkadang membuat ibu jengkel, kami sering meng-off kan camera kami, sehingga terkadang merasa tak dihargai karena beliau merasa berbicara sendiri, berkoar-koar di depan laptop tapi seperti tak ada feed balik dari kita, hingga pada akhirnya ibu mewajibkan untuk selalu menghidupkan camera kami dan bagi siapa yang kameranya mati maka dianggap tidak hadir.

Mengenai penugasan di mata kuliah ini kami mempunyai dua tugas yaitu tugas kelompok dan juga tugas individu. Tugas kelompok kami yaitu dengan diskusi sedangkan tugas individunya yaitu membuat review materi setiap pertemuan dalam bentuk powerpoint yang tampilannya harus menarik. Awalnya saya merasa keberatan dengan tugas power point yang beliau berikan, karena saya yang gaptek ini tak tahu dalam membuat powerpoint yang menarik, karena sama sekali belum terbiasa membuat powerpoint, tapi setelah saya belajar dari Minggu ke Minggu akhirnya saya bisa membuat powerpoint, kuncinya adalah kita belajar, karena kita tidak tahu makanya perlu belajar, jangan terlalu mudah menerima ketidaktahuan, seharusnya karena kita tidak tahu itu makanya kita perlu mencari tahu. Lagipula siapa yang mau membantu menyelesaikan tugas kita sendiri selain kita sendiri, tidak ada yang benar-benar bisa dijadikan sandaran selain kita sendiri, oleh karena itu perlunya kita berdiri di kaki sendiri, jadi belajar lah untuk mandiri.

Selain itu, tugas besar di mata kuliah ini adalah tugas UAS yaitu membuat video mengajar. Pada awal perkuliahan tugas ini sudah ibu dosen infokan kepada kami, agar kami bisa mempersiapkan diri terhadap apa-apa yang diperlukan nanti, di awal mata kuliah ini ibu dosen selalu saja menanamkan bibit-bibit kekhawatiran sebab beliau sering mengatakan banyak senior yang tidak lulus dalam mata kuliah ini, sebab banyak yang tidak serius mengikuti dan membuat video mengajar. Seketika pikiran overthinking saya mulai bekerja, ketakutan, kekhawatiran dan cemas akan sesuatu yang belum tentu terjadi serta sudah menjadi beban pikiran, khawatir tidak bisa lulus di mata kuliah ini, di mata kuliah ini sama sekali tak berharap bisa mendapat nilai A, sebab nilai B saja rasanya sudah pasti akan sangat-sangat di syukuri. Tapi ternyata setelah dijalani dan waktu UAS itu tiba ternyata apa yang dikawatirkan dan dicemaskan itu berganti dengan sesuatu yang tak pernah terkira sebelumnya. Ternyata Allah selalu memberi jalan di setiap masalah yang sedang kita hadapi dengan jalan keluar yang tak pernah kita fikirkan sebelumnya. Kita ini sebenarnya aneh tapi nyata, sudah tau kalau itu tak terlalu penting untuk dipikirkan, udah tau kalau dipikirkan malah membuat kita pusing, lelah dan gelisah, tapi kita tetap terus dan terus mikirin hal-hal yang seharusnya dipikirkan sepanjang itu

Ternyata memang benar tidak semua harus dipikirkan sedetail itu, karena sebagian ada yang harus dikerjakan. Ada yang mengatakan bahwa “awal penyakit ialah berasal dari pikiran, jangan sampai pikiranmu menyakitimu”. Banyak hal sederhana yang seringkali dipersulit dikarenakan pemikiran kita sendiri, padahal selama takdir-Nya belum tiba belajar lah untuk terus berprasangka baik, bukankah Allah tidak pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya dan ujian yang diberikan pun tidak akan mungkin diluar batas kemampuan hambanya. Jadi keep husnudzan dan percaya bahwa kita pasti bisa melewatinya.

Sejarah Pendidikan Islam

Hari Jum’at adalah jadwal mata kuliah sejarah pendidikan islam. Dosen pengampu mata kuliah ini lebih memilih pembelajaran dengan via google meet. Di pertemuan pertama beliau menyarankan kami untuk mengadakan pembelajaran tatap muka sesekali entah itu di kampus atau di rumah beliau, kami diberikan waktu untuk mendiskusikannya kapan waktu yang pas untuk memulai pembelajaran tatap muka. Hingga dari Minggu ke Minggu kami masih belum bisa mengadakan pembelajaran tatap muka tersebut karena masih ada saja mahasiswa yang belum bisa pergi ke Pontianak. Sampai pada akhirnya dosen pengampu mata kuliah kami ini jatuh sakit berminggu-minggu, sehingga dalam beberapa Minggu itu kelas kami kosong karena tidak ada dosen pengganti yang mengajar. Sampai pada tanggal 30 Desember 2021 kemarin kami mendapat kabar bahwa dosen pengampu mata kuliah kami ini telah berpulang ke Rahmatullahi, syok dan terlintas penyesalan rasanya sebab masih belum bisa melaksanakan hajat beliau yang ingin bertemu kami, beliau ingin belajar tatap muka bersama kami, tapi sayangnya kami belum bisa merealisasikan kemauan beliau itu.

Karena dosen pengampu mata kuliah kami menunggal dunia, maka pihak akademik kampus memberikan dosen pengganti untuk kami. Dosen pengganti tersebut juga meminta kami untuk melakukan pembelajaran tatap muka di kampus, mengingat banyak materi kamj yang tertinggal oleh karena itu beliau perlu membahas masalah perkuliahan ini untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Dan qadarullah pada tanggal 7 Januari 2022 akhirnya kami bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, sesuai dengan hajat almarhum dosen kami walaupun bukan beliau yang mengajar di kelas kami, ini adalah tatap muka perdana kami selama 3 semester kuliah di IAIN, pertama kali kami bersua dengan teman-teman kami dan berkenalan langsung. Rasanya bahagia apalagi teman-teman saya banyak yang baik dan ramah, tidak ada kecanggungan diantara kami, malah kami saling melempar candaan saat berada dikelas, ternyata suasananya mencair dengan sendirinya. Setelah pembelajaran selesai, tak lupa kami mendo’akan dan mengirim Al-fatihah untuk almarhum dosen kami itu. Semoga Allah mengampuni kesalahan beliau dan menempatkan di tempat yang sebaik-baiknya tempat. Aamiin

Adapun untuk tugas UAS di mata kuliah ini, dosen pengganti kami memberikan dua opsi tentang tugas UAS kali ini, yang pertama tugas observasi ke situs-situs bersejarah di Pontianak dan Mempawah, dan opsi yang kedua yaitu mengerjakan soal UAS di kelas seperti ujian pada umumnya, tidak ada contek mencontek, tidak boleh melihat internet. Sebagai mahasiswa yang sangat minim pengetahuan tentu kami lebih memilih opsi yang pertama yaitu melakukan observasi ke situs-situs islam yang bersejarah di Pontianak dan Mempawah. Setelah berdiskusi kami memutuskan untuk berangkat pada tanggal 29 -30 Januari 2022. Dengan rute perjalanan hari pertama yaitu berziarah ke makam Batu Layang dan setelah itu melanjutkan perjalanan ke Keraton Amantubillah di Mempawah. Di Keraton tersebut kami melakukan observasi dan pengamatan. Awalnya kami sempat di tolak masuk ke dalam keraton karena kami tak memiliki surat izin observasi dari kampus, namun karena Syarifah yang menghuni keraton tersebut merasa kasihan terhadap kami akhirnya kami diperbolehkan dan diizinkan masuk untuk melakukan observasi di keraton dengan warna hijau tosca tersebut.

Setelah selesai melakukan observasi kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Samudera Indah di Singkawang. Tujuan kami ke sana adalah untuk melepas penat setelah beberapa waktu lalu kami menyelesaikan UAS. Dari sejauh kaki menelusuri bumi, jujur ini adalah tempat yang membuat saya ingin kembali lagi, suasananya yang menenangkan, deburan ombak dengan alunan suara yang membuat tenang menambah kesan tersendiri dari pantai ini, tak bosan rasanya berlama-lama menyusuri pantai di sore hari sebelum matahari senja tenggelam ke peraduannya.

Sungguh pengalaman yang awalnya tak pernah kami rencanakan sebelumnya, berlibur bersama tema sekelas tak pernah menjadi list rencana kami, tapi ternyata Allah memberikan kami hadiah indah lewat jalan takdir indah-Nya tersebut. Disana kami menginap satu malam, di malam harinya kami membuat acara makan malam bersama. Pada Minggu paginya saya dan beberapa teman saya pergi berenang di tepi pantai, sebenarnya niat saya hanya ingin duduk di tepi pantai menikmati suasana pantai tapi ternyata salah satu teman saya memaksa saya untuk berenang, karena saya tidak tau berenang saya tidak mengindahkan kemauannya, tapi dia tetap memaksa agar menemaninya berenang, dan setelah drama bujuk membujuk akhirnya saya luluh di buatnya, saya memberanikan turun ke pantai untuk berenang, dengan dia yang tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan saya. Dia ingin saya juga menikmati dan merasakan deburan ombak secara langsung. Rasanya benar-benar bahagia waktu itu. Setelah kami puas berenang, di jam 10.00 kami menyudahi acara berenang kami dan mandi setelah itu mengemaskan barang-barang kami karena setelah Zuhur kami pulang masing-masing.

Tafsir Tarbawi

Tafsir Tarbawi adalah mata kuliah terakhir yang jadwalnya di Jum’at siang. Media pembelajaran mata kuliah ini adalah dengan menggunakan google meet. Sistem pembelajaran sama seperti kebanyakan mata kuliah lainnya yaitu dengan diskusi kelompok. Namun, tugas individu akan selalu ada, kami tetap diwajibkan membuat resume. Materi pembelajaran menggunakan tulis tangan dan pengumpulannya di pertemuan akhir semester nanti. Dosen pengampu mata kuliah ini adalah dosen yang juga simple, tak banyak maunya, dan tidak ribet, tidak banyak tugas berat. Pada mata kuliah ini setelah diskusi kelompok biasanya beliau akan menjelaskan ulang materi yang dipelajari dari A hingga Z, walaupun begitu beliau tak pernah mempermasalahkan kami yang mematikan kamera, beliau tak pernah marah, yang terpenting kami sudah hadir di mata kuliah beliau, mengerjakan tugas-tugasnya, serta mengerjakan tugas UTS dan UAS dengan benar, maka nilai kami aman.

Saya rasa selama semester 3 ini perkuliahan terasa lebih cepat, 16 pertemuan seakan-akan tidak terasa, entah mungkin karena tugas yang tidak terlalu berat atau memang karena sudah bisa lebih santai melakukan pembelajaran online walaupun terkadang ada saja keluhan ketika mengerjakan tugas-tugas berat yang diberikan oleh dosen. Ya tak dapat dipungkiri menyelesaikan tugas tanpa keluhan termasuk hal mustahil yang bisa dilakukan mahasiswa. Tapi for your info saya pernah mendengar nasihat dari Ibu Nyai Isnayati di sebuah webinar online, beliau berpesan agar jangan kurangi keberkahan ilmu dengan keluhan. Oleh karena itu sebisanya kita harus mensyukuri apa-apa yang sudah menjadi kewajiban kita dalam menuntut ilmu ini, terutama mengenai tugas ini. Jika ditanya lelah pasti jawabannya lelah, tapi selama tugas masih menjadi tanggung jawab maka tidak ada kata lelah apalagi menyerah, semoga saja lelah ini lillah dan terbayar dengan jalan takdir yang indah.

Dan ya satu lagi, jangan sekali-kali berpikiran bahwa lelah dengan tugas kuliah lalu berpikiran ingin menikah saja. Jangan ya dear.

“Duh, pusing, Kak. Pengin nikah aja udahan,” kata gadis itu dengan senyum lebar kala mengucapkan kata “nikah”.

“ Pengin. Nikah. Aja.”

Mungkin, saat itu, mataku sedikit melotot, alisku terangkat, dan hatiku bertanya, “ARE YOU EVEN SERIUS?!”

Dan, kejadian semacam ini tak kutemukan sekali saja.

Beberapa waktu lalu, saya melihat Instagram Story yang, kurang-lebih, bertuliskan, “Capek gini terus. Pengin nikah aja.”

Pernah pula, saya melihat sebuah status yang lumayan viral, berisikan pesan semacam, “Mending nikah aja biar dapat nafkah.”

Dan, tulisan-tulisan semacamnya yang intinya: Aku lelah. Aku ingin menikah. Aku ingin hidup enak.

Oke, saya bisa memahami itu.

Tetapi, maaf, maaf sekali lagi, jika kamu merasa lelah dengan tugas-tugas harianmu, lalu tiba-tiba merasa menikah adalah solusi untukmu, kurasa, kamu belum siap menikah. Jadi, masuklah kembali ke kamarmu. Kerjakan tugas-tugasmu. Lalu, tenangkan pikiranmu. Dan, jangan melihat menikah sebagai solusi dari kelelahanmu saat ini.

Sebab menikah bukanlah solusi dari kelelahanmu.

Kenyataannya, menikah akan semakin melelahkanmu.

Menikah, bagi laki-laki, adalah bangun pagi-pagi, melawan kemacetan demi menafkahkan sang istri dan anak-anak, berlemah lembut kepada istri dan anak-anak meskipun penat sepulang kerja.

Menikah, bagi wanita, adalah berusaha patuh kepada suami dengan baik dan benar, seperti menyiapkan kebutuhan suami yang akan berangkat mencari nafkah, berusaha memprioritaskan waktu bersama keluarga meski sedang berkarir, menjaga kehormatannya kala ditinggal sendirian, dan mengikuti kesepakatan-kesepakatan yang telah dirundingkan dan disetujui bersama suami.

Menikah adalah menyadari, menerima, dan bersabar bahwa prioritas utama sang suami adalah orangtua nya; sementara prioritas utama sang istri adalah suaminya.

Menikah, bagi laki-laki, adalah tetap berusaha adil kepada semua pihak: Orangtua yang menjadi prioritas utamanya; serta istri dan anak-anak yang menjadi tanggungjawabnya.

Menikah, bagi wanita, adalah memahami bahwa nafkah dari suamimu bukanlah untuk memenuhi keinginanmu semata, melainkan untuk memenuhi kebutuhan bersama. Bisakah kamu mengelolahnya dengan baik? Bisakah kamu merelakan keinginan-keinginanmu untuk membeli tas baru, kosmetik, dan sepatu baru?

Menikah adalah bersabar pada hal-hal yang tidak kau sukai dari pasanganmu.

Menikah adalah berusaha keras menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak disukai pasanganmu.

Menikah adalah senantiasa memikirkan perasaan dan kondisi pasangan di setiap keputusan yang kau ambil.

Menikah adalah menyatukan dua kepala yang berbeda, meski salah satu di antaranya harus merelakan mimpinya; sebagaimana sang suami harus rela melepas mimpinya untuk menafkahi keluarga; atau, sebagaimana sang istri harus rela melapas mimpinya untuk mewujudkan kehidupan untuk sang anak. Namun, tentu, lebih baik jika mimpi-mimpi yang direlakan tersebut mewujud mimpi-mimpi baru.

Menikah adalah memperbanyak stok maaf.

Menikah adalah menyadari bahwa misi utama syaitan ialah memisahkan kalian berdua.

Menikah adalah menyadari bahwa perasaan cinta tidak selalu hadir, lalu berusaha bertahan, dan menumbuhkan perasaan itu lagi. Sebab sebagaimana perasaan-perasaan lain; kadang cinta datang, kadang cinta pergi.

Menikah adalah berusaha saling memahami kala egois menerjang.

Jadi mari buka kembali bukumu, belajar lah lebih giat, lakukan berbagai hal yang kau sukai, kejar cita-cita dan mimpi-mimpimu. Nikmati masa kuliah mu sebab masa-masa ini hanya berlangsung sekali seumur hidup.

Hidup itu tidak selalu sejalan dengan apa yang kita kehendaki. Kebahagiaan diri adalah proses yang harus diperjuangkan. Yakini!! Bahwa kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan. Hidupkan dalam hati bahwa sebuah proses adalah jalan menuju suatu hal yang ingin kamu raih Hidupkan dalam pikiran bahwa sebuah proses adalah jalan menuju suatu hal yang harus kamu hargai Dan hidupkanlah dalam tindakan bahwa kamu berhak berproses untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Jangan putus asa, jangan menyerah. Semua akan berlalu dan kebahagiaan pasti akan bertemu. TETAPLAH BERPROSES MENJADI ORANG HEBAT

Perjalanan kita masih jauh, masih banyak yang harus kita raih. Banyak hilang yang harus dicari kembali. Jadi pada diri selalu ingatkan begini;

Hai diri...

Tenanglah berjalan di Bumi. Selagi kiblatmu masih ilahi, takkan pernah kau dikhianati. Maka, luaskan saja sabarmu. Lapangkan hatimu, kokohkan pijakanmu, kuatkan langkahmu. Ingat selalu bahwa kamu punya Tuhanmu.

Semoga segala semoga segera Tuhan beri, semoga senantiasa diberkahi. Selamat berjuang lagi, sampai bertemu di perjumpaan bahagia yang abadi.

Mungkin cukup sampai disini cerita pengalaman semester 3 ini ya dear, sampai jumpa di cerita semester yang akan datang.... See you on top !

Salam Mahasiswa!!!

Assalamu’alaikum Wr.Wb


Catatan Perkuliahan Semester 6

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim Haiii.... Apa kabar kakak-kakak dan abang-abang mahasiswa ? semoga teta...