Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Hai…
Apa kabar kakak-kakak dan abang-abang mahasiswa ??? semoga sehat, semangat dan selalu diberkati yaa.
Bagaimana perkuliahan selama satu semester ini, tentunya menyenangkan dan masih semangat bukan ???
Kalau masih semangat alhamdulillah, tapi kalau semangatnya berkurang yuk bisa yuk di tambah dan di recharge lagi biar tidak melemah semangatnya, agar bisa berjuang menyelesaikan masa study ini.
Kembali lagi dengan saya Nurul Huda Detalia mahasiswa semester 4 dari program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Pontianak.
Sudah lama saya tak menyapa kakak–kakak dan abang-abang dengan tulisan di blog ini karena memang terhalang dengan kesibukan kuliah, karena padatnya waktu perkuliahan dan banyaknya tugas yang perlu dikerjakan walhasil tidak bisa menyempatkan membuat tulisan di blog ini, dan kebetulan kali ini saya menyempatkan menulis kembali sekaligus sebagai tugas dan syarat yang harus saya penuhi agar Kartu Rencana Studi (KRS) saya bisa di ACC oleh dosen pembimbing akademik saya.
By the way, kakak– kakak dan abang-abang mahasiswa pada semester ini sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka, bukan ?
Kalau saya alhamdulillah di semester 4 ini sudah melakukan pembelajaran tatap muka atau offline di kampus saya yaitu IAIN Pontianak. Walaupun tidak setiap hari dan tidak 100% tatap muka tetapi sudah bisa dikatakan aktif seperti sebelum terjadinya covid-19.
Saya sangat senang sekali karena akhirnya bisa bertemu dengan teman – teman saya yang berasal dari beberapa daerah di Kalimantan Barat ini, setelah sekian lama akhirnya kami bisa bersua dan bertemu kembali, bertatap muka dan bisa mengadakan pembelajaran di dalam kelas, dan akhirnya kami bisa merasakan bagaimana rasanya belajar dan berdiskusi di ruang kelas dan akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku perkuliahan. Rasanya masih terasa seperti mahasiswa baru padahal kami sudah memasuki semester 4, ini diakibatkan karena dalam kurun waktu hampir dua tahun kami tidak bisa mengadakan pembelajaran tatap muka.
Di semester 4 ini, saya banyak sekali mendapat pembelajaran bahwa saat menjadi seorang guru tidaklah mudah, dan memiliki banyak tantangan apalagi untuk kedepannya. Terutama tentang bagaimana menciptakan atmosfer pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik agar mereka betah di dalam kelas dan bisa memahami apa yang kita sampaikan sebagai seorang guru. Menjadi seorang guru harus menjadi sosok yang bisa menjadi teladan dan bisa dijadikan contoh untuk para anak muridnya, menjadi guru sepertinya di tuntut untuk sempurna dalam segala hal, dari segi ucapan, perbuatan, akhlak, dan lain sebagainya, karena seorang guru pastinya akan menjadi panutan bagi anak-anak didiknya, menjadi guru tak hanya sampai disitu, guru bukan hanya sekedar sebagai seorang pengajar di kelas tapi sekaligus menjadi orang tua kedua bagi anak didiknya sehingga tanggung jawab yang dipikul seorang guru sangatlah besar dan berat, memang benar istilah bahwa “ guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”, sebab pengorbanannya untuk mencerdaskan dan membimbing anak didiknya tidaklah mudah, butuh ketekunan, kesabaran dan ketulusan.
Di semester 4 ini saya mengambil 24 SKS dengan jumlah mata kuliah yang saya ambil berjumlah 9 mata kuliah, yaitu Magang 1, Statistik Dasar 1, Media Pembelajaran, Pengembangan Dasar Pendidikan Agama Islam 2, Evaluasi Pembelajaran, Pendekatan dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Psikologi Pendidikan Peserta Didik, Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan yang terakhir yaitu Manajemen Pendidikan.
Awalnya saya sempat pesimis untuk menghadapi kegiatan pembelajaran karena sepertinya pada semester ini, level pembelajaran akan lebih sulit. Di semester 4 ini, sudah mulai lebih banyak praktek daripada teori, sebab di semester 4 ini, sudah mulai akan mempersiapkan diri untuk semester berikutnya yang pembelajarannya lebih banyak praktek di lapangan. Yang menjadi permasalahan adalah saya yang masih belum pandai berbicara di depan umum, kemampuan public speaking saya masih jauh dari kata baik, selain itu saya juga masih sering tremor dan gugup ketika tampil di depan umum apalagi langsung tampil di depan dosen. Tapi ada pepatah mengatakan bahwa teori dan praktik itu sama pentingnya, teori tanpa praktik adalah sama saja dengan bullshit (omong kosong). Karena sebenarnya teori dan praktek saling berkesinambungan, practice makes perfect. Teori tanpa praktek bagaikan orang lumpuh, sedangkan praktek tanpa teori bagaikan orang buta. Maka dengan mengkolaborasikan keduanya maka akan tercapailah suatu tujuan. Sebab tanpa kolaborasi, teori akan pasif tanpa aksi, sedangkan praktik tanpa teori akan membabi-buta tanpa visi. Jika digambarkan, orang yang hanya mengandalkan teori tanpa praktek ibarat orang yang memahami seluk-beluk teori mengemudi, namun dia sendiri tidak mampu mengemudi. Sebaliknya, orang yang melakukan praktik tanpa memahami teori sama seperti halnya orang yang mendirikan sholat berulang-ulang, namun dia tidak paham teori tentang sholat, sehingga dia sholat dalam keadaan tidak berwudhu. Dia merasa melakukan sesuatu, padahal perbuatannya salah arah bahkan sia – sia. Banyak yang mengatakan, bahwa teori jauh lebih mudah daripada praktik. Memang benar adanya, bicara tentu lebih mudah daripada praktek. Tapi kalau tidak melakukan praktek, karena merasa malas atau minder akibat terbayang sulitnya praktik dan ribetnya perjuangan yang harus dilakukan, maka tidak akan ada hasil yang diperoleh, adanya hanya akan stuck di tempat tanpa adanya kemajuan sebab tidak ada keberanian untuk melangkan maju ke depan melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas diri. Maka, semua kembali ke diri kita sendiri, apa motivasi kita dan seberapa kuat motivasi tersebut.
Review pengalaman pembelajaran selama semester 4 ini,
1. Magang 1,
Di mata kuliah ini, kami masih menggunakan media pembelajaran berupa google meet sebagai alat untuk mendiskusikan terkait dengan hal ihwal magang 1. Magang 1 ini adalah bertujuan untuk mengetahui budaya sekolah yang kami teliti, mulai dari kegiatan masuk, kegiatan guru di kelas, sarana dan prasarana yang tersedia, kegiatan rutin sekolah, kegiatan pembelajaran di kelas sampai pada saat siswa pulang sekolah. Pada pertemuan pertama kami hanya melakukan perkenalan dengan dosen pengampu sekaligus penyampaian kontrak belajar terkait dengan magang ini. Lalu berlanjut di pertemuan kedua kami diberi pembekalan dan gambaran bagaimana tentang kegiatan magang yang sebenarnya. Setelah itu kami diberikan opsi untuk pemilihan kelompok magang, opsi pertama yaitu kelompok magang akan dipilih berdasarkan pilihan dari dosen pengampu dan opsi kedua yaitu kelompok dipilih berdasarkan kesepakatan dari teman- teman di kelas (memilih kelompok bebas), dan sesuai kesepakatan kami memilih opsi yang kedua karena lebih nyaman. Kelompok magang dibagi menjadi 4 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 9-10 mahasiswa. Namun, karena jumlah mahasiswa di kelas saya berjumlah 33 orang, maka ada satu kelompok yang beranggotakan 6 orang yaitu kelompok saya sendiri. Kelompok saya terdiri dari 5 orang cewek dam 1 orang cowok. Setelah menge-list nama anggota kelompok, dosen pengampu memberikan waktu untuk kami melakukan magang selama 2 minggu. Minggu berikutnya kami sudah mulai berdiskusi dan menyusun beberapa plan dan menandai sekolah yang akan kami datangi untuk melaksanakan magang 1, karena menurut kakak tingkat yang kami tanyai ada beberapa sekolah yang tidak mau sekolahnya di teliti karena takut kejelekan dan celah dari sekolah tersebut diketahui. Untuk planning A kami akan mengantar surat permohonan magang di sekolah dekat kampus, dan untuk planning B kami akan mengantar surat permohonan magang ke SMP NEGERI 09 Pontianak, sekolah ini adalah hasil rekomendasi dari kakak tingkat kami, menurut informasi dari beliau yang sebelumnya pernah magang di sana, sekolah tersebut menerima mahasiswa magang. Lalu, setelah beberapa hari, kami mulai mengurus dan melaksanakan plan A kami, namun qadarullah dari beberapa sekolah di dekat kampus yang kami datangi tidak ada yang bisa kami setujui persayaratannya, sekolah pertama meminta kami melampirkan surat perizinan magang dari Dinas Pendidikan ataupun dari Kementrian agama, yang kami ketahui mengurus surat tersebut tidaklah mudah, lalu pada akhirnya kami memutuskan untuk menarik kembali surat permohonan magang tersebut, dan untuk sekolah kedua, persyaratannya kami harus menunggu kepulangan kepala sekolah yang baru akan pulang kurang lebih 2 mingguan, baru setelah itu surat permohonan izin magang bisa di ACC, karena sudah di kejar deadline kami tidak bisa menunggu lama, dengan berat hati kami membatalkan permohonan izin magang, dan banting stir beralih ke plan B yaitu meminta izin magang ke SMP NEGERI 09 Pontianak. Banyak sekali kendala yang kami hadapi untuk mengantar surat izin ke sekolah tersebut, dari mulai beberapa anggota kelompok kami yang masih berada di kampung, sekolah yang kebetulan waktu itu sedang libur pasca Ujian Nasional. Namun, setelah berkonsultasi dengan pak satpam sekolah tersebut, kami bisa menemui guru pamong terlebih dahulu, selang beberapa hari kemudian, kami berhasil menemui guru pamong, namun beliau tidak bisa langsung memberikan acc, dan harus menunggu keputusan kepala sekolah dan beliau akan segera memberitahukan kepastian izin secepatnya. Selang beberapa hari kami tak kunjung mendapati kabar mengenai izin magang, kami sudah mulai was-was namun kami tetap husnudzon bahwa mungkin guru pamong sedang banyak kegiatan sehingga mengesampingkan kegiatan magang kami. Selang beberapa hari karena tak kunjung ada kepastian kami berinisiatif untuk mendatangi kembali sekolah tersebut, setelah sampai disana ternyata ada kesalah pahaman sedikit, guru pamong tersebut ternyata salah meng ACC surat izin magang, ternyata beliau malah meng aCC surat magang dari kelas lain yang rencananya juga akan melakukan observasi disana. Karena kesalahan teknis tersebut akhirnya langkah kami di permudah, kami langsung di suruh kembali lagi dua hari berikutnya dan langsung boleh melakukan observasi, dan alhamdulillah-nya lagi, kami hanya melakukan kegiatan magang dalam kurun waktu yang singkat, sebab guru- guru disana sangat welcome terhadap kami, tak hanya membantu kami, tapi mereka mempermudah urusan kami, dari mulai wawancara dan kemudahan kami dalam mendata budaya sekolah tersebut, selain itu guru-guru disana juga memberikan kami semangat dan juga beberapa nasehat serta do’a–do’a baik agar kami lancar dalam perkuliahan dan bisa menjadi guru yang baik dan sukses. Terkadang apa yang kita khawatirkan di awal justru membawa berkah dan kebaikan di akhir, Maha Baik Allah yang merencanakan segala sesuatunya dengan amat sangat sempurna. Oleh karena itu, keep husnudzan, sebab Allah sudah pasti tau apa dan bagaimana takdir terbaik untuk hambanya.
2. Statistik 1
Mendengar nama mata kuliahnya saja sudah tau bahwa mata kuliah ini sulit, sebab berkaitan dengan hitung–hitungan. Apalagi kami sudah lama tak melakukan pembelajaran yang berkaitan dengan perhitungan. Namun, alhamdulillah dosen pengampu mata kuliah ini adalah seorang ibu dosen yang sabar bukan yang killer, beliau juga jarang memberikan kami tugas, sebagai bahan untuk evaluasi terkadang kami hanya diberikan latihan tanpa perlu dikumpulkan sebab biasanya latihan tersebut akan di diskusikan bersama-sama di pertemuan minggu depannya. Hanya sayangnya, mata kuliah ini lebih sering menggunakan media pembelajaran online daripada offline. Pertama kali mengadakan offline hanya saat pertemuan ke 7 sebelum UTS, itupun karena requestan dari kami, agar nanti bisa lebih mudah saat mengerjakan UTS, alhamdulillah, UTS nya via online, boleh open book, boleh melihat rumus, boleh menggunakan excel, namun waktu yang diberikan tidak kurang hanya 1 jam untuk kami menjawab 5 soal yang serasa 10 soal karena soalnya yang beranak pinak. Dan untuk UAS-nya kami melaksanakan UAS offline, soal yang diberikan hanya 2 soal, namun jawabannya hampir menghabiskan 2 lembar kertas folio. Waktu yang diberikan cukup singkat yaitu hanya 1 jam 15 menit (15 menitnya bonus hasil nego dengan ibu dosen hehe). UAS-nya juga sama seperti UTS, boleh open book, boleh liat rumus namun tidak boleh menggunakan excel, alat hitungnya harus menggunakan kalkulator milik sendiri dan tidak diperkenankan meminjam punya teman apalagi bekerja sama dan menyalin jawaban milik teman sendiri, apabila ketahuan mencontek beliau tidak segan – segan memberikan nilai D terhadap mahasiswa yang menerima contekan maupun yang memberi contekan. Menurut beliau nilai rendah tapi murni hasil sendiri lebih membanggakan ketimbang nilai tinggi tapi hasil copas jawaban punya bestie, itu sama saja dengan perbuatan membohongi diri. Karena ibu tau bahwa nilai kami tak mencukupi KKM, maka setelah UAS kami di tugaskan untuk mengerjakan kembali soal UAS tersebut, dengan tenggat pengumpulan 24 jam. Bedanya, perbaikan ini boleh mengguanakan excel agar lebih mudah dan lebih akurat perhitungannya. Untuk mengerjakan perbaikan UAS itu, saya dan beberapa teman kelas saya berinisiatif untuk mengerjakan tugas tersebut bersama-sama (bekerja sama hehe), sekaligus juga ngafe dengan niat healing setelah UAS. Karena menurut jadwal, UAS statistik ini adalah UAS terakhir yang dijadwalkan. Tapi ternyata bukannya healing adanya malah makin pusing karena mengerjakan soal-soal UAS yang membuat pening.
3. Media Pembelajaran
Mata kuliah ini adalah mata kuliah pertama yang mengadakan pembelajaran offline atau tatap muka, ini berdasarkan permintaan asisten dosen yang akan mengajar pada mata perkuliahan ini. Awal mendengar kabar ini rasanya sangat bahagia, karena akan mengadakan meet up kembali dengan teman-teman. Akhirnya, setelah beberapa semester kemarin yang pembelajarannya online kali ini bisa juga mengadakan pembelajaran offline dan bisa merasakan bagaimana rasanya duduk dan belajar di ruang kelas. Mata kuliah ini masuk pada pukul 07.00, dan pada pertemuan pertama ini saya hampir saja telat karena ada insiden kecil di jalan, yaitu saya terjebak macet di jalan Tanjung Raya sebelum memasuki jembatan tol Kapuas. Ini diluar prediksi saya sebab saya pun tidak tahu kalau ternyata di bawah jam 7 jalanan di sana sangat padat karena pada jam tersebut merupakan jam sibuk. Banyak pengendara motor atau mobil yang akan berangkat ke tempat tujuan seperti ke tempat kerja, sekolah maupun kampus. Tapi alhamdulilla 3 menit sebelum jam 07.00 saya sudah sampai di kelas, dan melihat teman-teman ternyata sudah banyak yang datang, tapi alhamdulillah ternyata dosen saya pun belum datang dan itu membuat saya lega walaupun masih terasa ngos-ngosan dan deg-degan efek naik tangga 4 lantai. Pada pertemuan pertama ini, hanya melakukan perkenalan dan membahas tugas yang akan dikerjakan di semester ini. Dosen pengampu juga menyampaikan bahwa beliau tidak mengadakan UTS sebab nilai UTS akan diambil dari nilai makalah dan presentasi kelompok, sedangkan nilai UAS akan diambil dari nilai produk media pembelajaran yang telah dibuat, produk media pembelajaran tersebut ditetapkan oleh keputusan dosen dan produk yang dihasilkan berupa produk online (aplikasi). Mata kuliah ini adalah mata kuliah favorit saya sebab tugasnya yang tergolong mudah dikerjakan dan juga asisten dosennya yang masih muda, baik dan humble (tapi agak sedikit cuek sih) sehingga menambah semangat untuk kuliah walhasil serasa mendapat asupan pagi yang komplit hihi. Untuk tugas UAS-nya ternyata kami mendapat tugas membuat media pembelajaran berupa tulisan di blogger yang temanya bebas dan juga membuat vidio animaker dengan berkelompok. UAS-nya lumayan susah karena tak semua anggota kelompok yang bisa mengedit vidio di animaker, karena prosesnya yang ribet dan juga memerlukan kondisi jaringan yang bagus, belum lagi vidio animaker ini harus mengguanakan laptop untuk proses mengeditnya, kendala lainnya yaitu laptop anggota kelompok kami banyak yang tidak bisa digunakan bahkan laptop saya pun pada waktu itu sedaang rusak, tapi alhamdulillah waktu yang diberikan oleh dosen pengampu sangat lama yaitu kurang lebih satu bulan. Namun, alhamdulillah semuanya bisa kami lewati walaupun pengerjaannya di penuhi drama, bahkan adu nasib.
4. Pengembangan Dasar Pendidikan Agama Islam 2
Pada mata kuliah ini, pembelajaran yang dilakukan akan menyesuaikan kondisi dari dosen pengampu, jadi bisa offline maupun online. Namun, di bulan puasa, dosen pengampu menyarankan untuk melakukan pembelajaran online agar kita tidak mudah dehidrasi, baru setelah selesai bulan ramadhan perkuliahan dilanjutkan dengan offline. Pada mata kuliah ini, ada kegiatan praktek mengajar sebagai alat untuk praktek pendalaman materi, setelah mengajar baru akan di komentari oleh teman-teman yang lain dan juga oleh dosen pengampu, dosen pengampu juga akan memberikan kiat-kiat mengajar yang baik agar bisa menjadi guru yang disenangi oleh peserta didiknya. Pada saat saya melakukan praktek mengajar tersebut, jujur saya sangat-sangat nervous walaupun praktek mengajarnya via online, tapi deg-degannya di real life benar-benar terasa. Efek demam panggung tersebut membuat saya blank dan kehilangan konsentrasi, walhasil praktek mengajar saya kali ini benar-benar tidak maksimal. Banyak yang harus di evaluasi dari praktek mengajar kala itu, dari mulai penguasaan materi hingga ke penguasaan kelas. Tapi tidak apa, masih banyak waktu untuk belajar dan mengevaluasi diri menuju perbaikan-perbaikan yang diingini. Belajar memang butuh proses bukan ?, apalagi untuk saya yang minim sekali pengalaman di dunia mengajar dan public speaking, sehingga butuh belajar berkali-kali lipat lebih keras. Di dalam belajar pun tak di pungkiri akan kegagalan, tapi kegagalan adalah bagian dari proses agar bisa mengambil pelajaran dan kedepannya bisa mendapatkan perbaikan. Sebuah kegagalan hadir bukan karena kita tidak pernah mendesign sebuah plan dengan matang, bukan berati kita tidak pernah mengamati atau mengobservasi terlebih dahulu sebelum mengeksekusi, atau menganalisa sebelum beraksi, bukan pula bertindak grasa-grusu tanpa alasan yang jelas dan logis. Namun, sudah sangat lazim kita ketahui, “ man proses, but God disposes” bahwa manusia hanyalah bisa berusaha dengan maksimal, Tuhanlah yang akhirnya menetukan. Menikmati kegagalan itu sama dengan menikmati proses jerih payah kita selama ini, saya tidak pernah mengutuk sebuah kegagalan yang saya alami, because kegagalan is the best teacher, pelajaran terbaik dalam hidup. Dengan kegagalan yang kita alami tentu akan menjadikan pembelajaran tersendiri untuk kita berhasil kedepannya. So, keep spirit, gagal bukan berarti kalah yaa dear, belajar untuk berdamai dengan diri sendiri, memahami bahwa ada hal yang tak bisa kita atur sesuka hati dan tidak bisa kita kendalikan. Ikhtiar tentu wajib, berdoa tanpa mengintervensi Tuhan, kemudian memasrahkan segalanya kepada Tuhan dan menerima semua yang sudah Tuhan tentukan. Sing sabar, wong berjuang iku gak onok sing kepenak.
5. Evaluasi Pembelajaran
Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang paling simple diantara banyak mata kuliah lainnya. Sebab, di mata kuliah ini walaupun pembelajarannya melalui via online, tapi kami tidak wajib mengikuti meet dengan dosen pengampu, kita diberikan pilihan boleh mengikuti pembelajaran ini atau tidak, jika kita mengikuti pembelajaran di google meet kita akan mendapatkan ilmu yang lebih detail dan juga nilai tambahan sebagai hasil dari usaha kita untuk menuntut ilmu. Belajar pada mata kuliah ini memnag tidak ada paksaan, tapi klau tidak dipakskan mau dapat ilmu dari mana ??? Jika pun tidak ingin atau tidak sempat mengikuti pembelajaran via google meet, kita hanya perlu mengakses e-learning dan mendownload materi pembelajaran hari ini, maka dengan otomatis kita akan terdaftar hadir di presensi. Untuk tugasnya kita hanya diberikan beberapa kali, tidak setiap pertemuan ada tugas. Untuk UTS, tugasnya hanya mengumpulkan file-file pertemuan ke 4 -7, yang sudah kita kerjakan dan kita sudah perbaiki ke dalam satu file. Begitupun dengan tugas UAS-nya, yaitu kita mengumpulkan tugas - tugas yang pernah kita kerjakan ke dalam satu file yang sudah diperbaiki. Sebelun UAS saya mengalami kendala sedikit, yaitu saya tidak bisa mengerjakan tugas pertemuan ke-15 sebab laptop saya yang rusak dan juga saya tidak paham dengan tugas tersebut sebab tugasnya sulit bin ribet. Awalnya saya pasrah tidak ingin mengerjakan tugas, tapi qadarullah saya di pinjamkan laptop oleh teman saya dan diajarkan mengerjakan tugas bersama dan alhamdulillah tugas saya bisa terselesaikan dengan baik. Terkadang kita hanya perlu bertawakkal dan percaya kepada Tuhan, bahwa Tuhan tak akan mungkin meninggalkan hambanya sendirian, dia aka selalu memberikan pertolongan dari arah yang tidak kita duga sebelumnya. Oleh karena itu wahai diri, keep husnudzan, jangan cepat berputus asa ataupun berserah diri, tenang saja kau diciptakan oleh pemilik skenario terbaik dari yang pernah ada, alur hidupmu sudah di jamin oleh Sang Maha Kuasa.
6. Pendekatan Dan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Mata kuliah ini adalah mata kuliah setelah evaluasi pembelajaran,jadwalnya yaitu hari rabu siang. Di mata kuliah ini di ajarkan tentang pendekatan, media, metode, strategi, dan teknik pembelajaran yang menyenangkan untuk lebih memudahkan peserta didik memahami pembelajaran PAI. Pembelajaran menyenangkan itu disebut PAIKEM yaitu Pembelajaran Aktif Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Contoh pembelajaran berbasis PAIKEM ini contohnya yaitu everyone is teacher here, reading a loud, jigsaw, information search, picture and picture, dan lain sebagainya. Pada mata kuliah ini pembelajaran masih sering menggunakan via online, hanya beberapa kali yang melakukan pembelajaran tatap muka. Pada mata kuliah ini, masih sama seperti mata kuliah lainnya yang masih menggunakan metode diskusi kelompok. Baru setelah diskusi dilanjutkan dengan praktek mengajar sesuai materi yang sudah dipilih. Selain mengajar, tugas lainnya yaitu kita ditugaskan untuk membuat vidio pembelajaran, instruksinya sama dengan praktek mengajar, sebagai untuk tambahan nilai UAS. Untuk tugas UTS dan UAS, kita mengerjakan soal essay seperti ujian biasanya, namun UTS dan UAS nya dikerjakan via online, jawabannya cukup di ketik di word dan langsung dikirim ke e-mail dosen pengampu.
7. Psikologi Pendidikan Peserta Didik
Mata kuliah ini juga salah satu mata favorit saya, walaupun dosen pengampu mata kuliah ini tergolong dosen yang agak killer atau tegas lebih tepatnya. Pada mata kuliah ini, aturan dan kedisiplinan sangat-sangat di terapkan, dari segi pakaian, absensi maupun keterlambatan. Saya juga suka dengan materi-materi yang dosen pengampu ajarkan, sebab dari sini saya mulai mengetahui sedikit tentang bagaimana menghadapi dan meregulasi emosi dan juga menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan dan kelebihan yang berbeda-beda. Kita juga diajarkan tentang tahap-tahap perkembangan, perkembangan emosi, fisik dan mental peserta didik. Pada mata kuliah ini, juga saya sering mendapatkan nasehat-nasehat terutama tentang selflove atau mencintai diri sendiri. Bahkan ada satu nasehat yang sangat saya ingat yang beliau sampaikan bahwa “bagi proporsi cinta kalian kepada Tuhan 30%, kepada diri sendiri 25%, kemudian kepada orang tua 20%, baru kemudian sisanya kalian bagi lagi kepada pasangan, sahabat, teman dan sesama. Karena apa, ketika kalian bisa mencintai Tuhan dan diri sendiri, maka ketika kalian mengalami kegagalan atau keterpurukan dalam hidup, yang tak akan pernah meninggalkan kalian sendirian hanyalah Tuhan dan diri sendiri”
8. Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pada mata kuliah ini, kami sering menggunakan media pembelajaran via daring atau online, jika di hitung hanya satu kali pertemuan yang menggunakan media pembelajaran tatap muka. Hal ini dikarenakan dosen pengampu sering berada di luar kota karena diundang untuk menghadiri seminar di berbagai daerah di Kalimantan Barat ataupun di luar Kalimantan Barat. Pada mata kuliah ini, pembelajaran lebih banyak dilakukan dengam metode diskusi kelompok. Kelompok tersebut dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. Pada setiap satu kali pertemuan, hanya ada satu kelompok yang melakukan presentasi, tugas kelompok lainnya menjadi audience, dan pada saat sesi pertanyaan di buka, maka kelompok yang lainnya wajib mengajukan pertanyaan. Untuk tugas UTS dan UAS ditugaskan untuk membuat makalah dengan tema yang sudah di tentukan oleh dosen pengampu.
9. Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan ini jadwal mata kuliahnya di hari jumat jam 10.00 – 12.00. tapi karena hari jum’at dan bentrok dengan sholat jum’at maka mata kuliah ini dipindahkan menjadi pukul 08.00 – 10.00. Pada mata kuliah ini, pebelajaran di kelas diajar oleh asisten dosen pengampu mata kuliah, karena dosen pengampu mata kuliah yang utama sudah sepuh dan sakit. Jadi asisten dosennya lah yang menggantikannya mengajar di kelas. Pada mata kuliah ini, pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka karena lebih efektif dan efisien. Metode pembelajarannya sama dengan yang lainnya yaitu metode diskusi kelompok. Tapi bedanya, didalam satu kelompok hanya terdiri dari 3 orang saja, dan setiap kali pertemuan yang maju untuk presentasi biasanya 2 kelompok. Pembelajaran yang dilakukan oleh asisten dosen tersebut sangat santai, beliau juga sangat humble serta bisa memahami dan memaklumi mahasiswanya, baik dan suka mentolerir keterlambatan para mahasiswanya yang terlambat. Beliau bisa membuat pembelajaran santai namun serius. Beliau juga termasuk dosen yang bisa cepat kenal dan hafal terhadap nama mahasiswanya. Pada mata kuliah ini, juga tidak ada UTS, namun nilai UTS tersebut bisa di dapat dari nilai makalah dan nilai diskusi, sedangkan untuk UAS-nya, beliau sudah menyiapkan 5 soal yang harus kami kerjakan, soal tersebut sudah di berikan pada kami saat pertemuan ke-8, beliau memberikan waktu yang cukup lama untuk kami mengerjakan UAS tersebut, waktu yang panjang tersebut memang sengaja diberikan agar kami bisa menjawab UAS tersebut dengan baik, benar, maksimal dan sesuai dengan prosedur yang sudah beliau berikan. Pada saat pertemuan terakhir yaitu pada pertemuan ke-15, beliau memberikan kami kue sebagai bentuk syukuran atas tesisnya yang sudah di ACC sekaligus perpisahan atas berakhirnya pembelajaran selama semester kemarin.
Semester 4 ini banyak suka dukanya, 16 pertemuan yang terasa melelahkan sekaligus menyenangkan. Dari mulai tergesa-gesanya saat akan pergi ke kampus, terjebak macet, kehujanan bahkan kepanasan di jalan karena jarak tempuh rumah dan kampus yang sangat jauh sehingga memakan waktu kurang lebuh sekitar 1 jam, penolakan dari lokasi magang, harus menginap di rumah teman karena takut terlambat magang, laptop yang rusak saat UAS tinggal 1 bulan lagi, tidur yang tak nyenyak karena memikirkan tugas yang padat dan deadline yang singkat, makan yang tak nafsu karena sibuk mengerjakan tugas yang menumpuk, kabar duka cita saat sedang UTS dan banyak dari itu karena prosesnya yang terbilang lama. Jika ditanya jenuh atau tidak, jujur sudah pasti jenuh. Namun, lelah itu menyenangkan jika kita melakukannya dengan bahagia, juga penuh cinta. Mencintai sesuatu pun bukan berarti tidak pernah jenuh, mencintai sesuatu itu berarti sanggup menerima konsekuensi kejenuhan dan bisa lanjut menjalani. Karena rasa capek, lelah, jenuh, bosan dalam proses berjuang itu wajar. Tapi satu yang saya yakini bahwa “ without the process you will not know the special of an achievment, segalanya akan terasa manis pada waktunya”. Setiap orang memiliki kesulitannya sendiri, tidak ada maksud menceritakan kesulitan yang dialami karena pastinya banyak yang lebih sulit apalagi yang sudah berkeluarga atau bekerja. Ini hanya pepiling saja untuk diri sendiri, agar ketika saya nanti mengingat memori ini, dengan perjuangan yang tidak mudah dan tidak sebentar, saya harap, saya dimasa depan benar–benar menggunakan pelajaran yang di dapat dengan sebaik-baiknya. Terima kasih juga untuk diri sendiri yang selama ini telah bekerja keras dan melampaui dari apa yang dibayangkan, terima kasih karena sudah kuat untuk menghadapi segala hal serta berjuang dan bertahan hingga sejauh ini.
Last but not least, sedikit catatan untuk diri sendiri. Teruntuk diri yang sedang lelah-lelahnya berjuang, apakah kamu masih ingat saat kamu memulai? Seberapa takut kamu untuk mengambil langkah, bahkan tak bisa tidur karena takut gagal. Tapi lihat sekarang, kamu sudah melewati setengah dari perjalanan, hanya butuh kesabaran, keuletan, ketekunan, serta komitmen yang kuat untuk sedikit lagi kamu sampai dan selesai. Coba beri sedikit waktu untuk dirimu beristirahat, raga jiwanya pasti lelah. Jangan, jangan lihat pencapaian mereka, tidak akan ada habisnya jika diri terus membandingkan. Aku, kamu, kita punya rutenya masing-masing, dengan garis akhir yang masih samar dan kuyakini berbeda dan setiap orang juga memiliki cara tumbuhnya masing-masing. Untuk kedepannya, tetap semangat ya kita sedang tidak beradu cepat kok, nikmati prosesmu, hargai prosesmu, teruskan langkahmu, jangan patah apalagi berbalik arah, Allah bersamamu.
Sekian, setoreh kisah saya di semester 4 ini, semoga kakak-kakak dan abang-abang yang membaca kisah ini, bisa mengambil hikmah maupun pembelajaran dari cerita ini, semoga cerita yang sudah saya tulis dapat menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk para pembaca. Pesan saya untuk para mahasiswa yang sekarang sedang berjuang menyelasaikan study-nya, bahwa berjuang itu tak mesti berisik, mengejar tak mesti berlari, dan untuk di dengar tak mesti berteriak, berjuanglah sekeras mungkin dengan elegan; dengan diam dan tenang setenang air di permukaan.
Sampai jumpa di catatan perkuliahan saya di semester depan, semoga kita masih diberikan kelancaran, keseharan, keselamatan, kemudahan dalam menuntut ilmu dan menyelasaikan study kita, semoga kita juga bisa mengamalkan ilmu-ilmu yang sudah kita pelajari agar bisa bermanfaat untuk masyarakat dan kemaslahatan ummat. Semoga segala semoga segera tuhan beri, semoga senantiasa diberkahi. Selamat berjuang lagi, sampai bertemu di perjumpaan bahagia yang abadi yaa dear.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca setoreh kisah perjuangan saya di semester 4 ini.
See u on top !!!
Salam mahasiswa !!!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb